Kutai Kartanegara

Padi di Danau Semayang  Danau Semayang  Tanam Padi di Danau Semayang  DPRD Kukar 

Taufik Sebut Padi di Danau Semayang Tumbuh Baik, Panen Raya Ditargetkan Pertengahan November



Anggota DPRD Kukar, Taufik Rindiannur bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan warga saat panen raya di desa Sebelimbingan. (Ist)
Anggota DPRD Kukar, Taufik Rindiannur bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan warga saat panen raya di desa Sebelimbingan. (Ist)

SELASAR.CO, Kutai Kartanegara - Pemanfaatan lahan Danau Semayang saat kondisi air surut menjadi salah satu potensi pertanian yang dikembangkan masyarakat Desa Semayang, Kecamatan Kenohan.

Tanaman padi yang ditanam di kawasan tersebut kini menunjukkan perkembangan yang baik dan diperkirakan memasuki masa panen pada pertengahan hingga akhir November 2026.

Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Taufik Ridiannur, mengatakan dirinya turut terlibat bersama Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dalam kegiatan penaburan benih padi di Desa Semayang beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, tanaman padi yang dikembangkan masyarakat menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Ia berharap kondisi cuaca mendukung sehingga rencana panen raya dapat terlaksana sesuai perkiraan.

“Kita sudah lihat perkembangannya sangat bagus sekali. Mudah-mudahan nanti bisa panen raya. Prediksi paling tidak pertengahan November sampai akhir November, insyaallah kalau cuacanya bagus,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).

Taufik sapaan akrabnya menjelaskan, masyarakat Desa Semayang menerapkan dua metode penanaman padi, yakni metode tabur benih secara langsung dan metode tanam konvensional melalui persemaian, pencabutan bibit, kemudian ditanam kembali di lahan.

Metode tabur yang dilakukan bersama Bupati Kukar merupakan salah satu cara yang telah lama dikenal dan diterapkan masyarakat setempat. Cara tersebut mengikuti kebiasaan turun-temurun yang disesuaikan dengan kondisi lahan danau ketika mengalami kekeringan.

“Metode tanamnya memang ada dua. Ada yang ditebar seperti yang dilakukan kami bersama Pak Bupati, kemudian ada juga cara normal seperti yang biasa dilakukan masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, penanaman padi di kawasan tersebut tidak dilakukan setiap tahun. Masyarakat memanfaatkan lahan danau ketika kondisi air surut atau mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Menurutnya, praktik tersebut merupakan pengetahuan yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Karena itu, metode penanaman yang dilakukan masyarakat tetap mengikuti pengalaman dan kebiasaan lokal yang selama ini diterapkan.

“Memang sudah turun-temurun dilakukan oleh nenek moyang kita dahulu. Berdasarkan pengalaman masyarakat di sana, ketika kami datang, kami juga mengikuti metode yang biasa mereka lakukan, yaitu dengan cara ditabur,” katanya.

Terkait metode tabur yang sempat menjadi perhatian publik, Taufik menjelaskan kondisi kaki yang terlihat terendam hingga mendekati lutut saat kegiatan penanaman bukan sepenuhnya menggambarkan kedalaman air. Kondisi tersebut terjadi karena posisi pijakan berada di area berlumpur sehingga kaki masuk ke dalam lumpur.

Ia juga menyebutkan bahwa kedua metode penanaman sama-sama menunjukkan pertumbuhan tanaman. Perbedaannya, tanaman dari metode tabur cenderung tumbuh dengan jarak yang tidak beraturan, sedangkan metode tanam konvensional menghasilkan pertumbuhan yang lebih merata.

“Kalau dilihat sekarang, dengan dua metode itu sama-sama tumbuh. Hanya saja, yang metode tabur pertumbuhannya agak tidak beraturan karena benih ditebar langsung,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, panen raya juga telah dilaksanakan di Desa Sebelimbingan pada 25 Oktober 2026 lalu. Untuk Desa Semayang, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar agar panen raya dapat dilaksanakan sekitar pertengahan November.

“Pada 25 Oktober kemarin kita sudah melaksanakan panen raya di Desa Sebelimbingan. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Distanak Kukar, kemungkinan pertengahan November nanti kita melaksanakan panen raya di Desa Semayang,” tutupnya. (ADV/SLR/DPRD/KUKAR)

Penulis: Farid
Editor: Awan

Berita Lainnya