Bontang
FASI 13 BONTANG FASI BONTANG BKPRMI BKPRMI BONTANG BKPRMI KALTIM 
Wali Kota Neni di Penutupan FASI XIII: Mereka adalah Aset dan Investasi Terbaik Masa Depan Bontang
SELASAR.CO, Bontang - Suara lantunan ayat suci menggema di halaman Sekretariat DPD BKPRMI Kota Bontang malam itu, Ahad (26/7). Di bawah langit yang mulai temaram, ratusan anak mengenakan busana muslim terbaik mereka, wajahnya berseri-seri menanti pengumuman hasil Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) XIII.
Di antara mereka, ada yang masih memeluk mushaf kecil, ada pula yang berbisik pelan mengulang hafalan. Bagi anak-anak ini, FASI bukan sekadar lomba membaca Al-Qur’an atau adzan. Ia adalah panggung kecil tempat mereka belajar percaya diri, berjuang, dan mencintai kitab suci sejak dini.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, berdiri di hadapan mereka dengan senyum hangat. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa anak-anak saleh inilah masa depan kota — generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak dan berjiwa Qurani.
“Mereka adalah aset terbaik Bontang. Kita ingin mereka tumbuh dengan nilai-nilai Al-Qur’an, menjadi generasi unggul yang berdaya saing,” ujarnya penuh harap.
Berita Terkait
Festival yang diikuti sekitar 550 peserta dari berbagai TKA dan TPA itu menjadi bukti betapa kuatnya semangat masyarakat dalam membina generasi beriman. Di tengah riuh tepuk tangan dan sorak gembira, diumumkan bahwa TKA Jabal Nur Unit 106 Kelurahan Berbas Pantai keluar sebagai juara umum FASI XIII. Tangis bahagia dan pelukan hangat pun pecah di antara para guru dan orang tua.
Prestasi ini menambah deretan kebanggaan Bontang, yang telah sembilan kali meraih juara umum FASI tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Namun di balik angka dan piala, ada kisah sederhana tentang dedikasi para guru ngaji, pendeta, pastor, dan kader keagamaan yang terus menanamkan nilai kebajikan di tengah keterbatasan anggaran.
Neni menegaskan, pembangunan karakter tidak boleh berhenti. Ia telah menginstruksikan agar insentif bagi para penggiat keagamaan tetap dipertahankan, karena mereka adalah penjaga moral generasi muda.
“Mereka membentuk anak-anak kita menjadi pribadi yang beriman dan berakhlak. Itu investasi terbesar bagi masa depan Bontang,” katanya.
Di tengah derasnya arus digital, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua dan guru agar anak-anak mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak.
“Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara, kita butuh generasi yang adaptif terhadap zaman, tapi tetap kokoh memegang nilai agama dan budaya,” tuturnya.
Ketua DPW BKPRMI Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, turut mengapresiasi dukungan penuh Pemkot Bontang. Ia berharap sinergi ini terus terjaga menjelang FASI tingkat provinsi yang akan digelar di kawasan IKN pada November mendatang.
“Gelaran acara hari ini tidak lepas dari dukungan yang selalu datang dari Pemerintah Kota Bontang. Insyaallah akan ada FASI tingkat provinsi yang dilaksanakan di Masjid Negara IKN bulan November mendatang,” jelasnya.
Malam itu, cahaya lampu di halaman BKPRMI memantul di wajah-wajah kecil yang tersenyum bangga. Di balik setiap senyum itu, tersimpan harapan besar — agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang tak hanya pandai membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilainya dalam kehidupan.
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Yoghy Irfan

