PPU
Blank Spot di PPU Diskominfo PPU 
Tujuh Titik Blank Spot PPU Masuk Verifikasi Indosat, Jadwal Survei Akan Dijadwalkan
SELASAR.CO, Penajam Paser Utara – Upaya pemerataan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai ditindaklanjuti melalui koordinasi pemerintah pusat dan penyedia layanan telekomunikasi. Sebanyak tujuh titik yang mengalami keterbatasan jaringan telah masuk dalam proses tindak lanjut dan diserahkan kepada provider Indosat untuk verifikasi lapangan.
Kepala Bidang Aplikasi dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) PPU, Fitriani, mengatakan tindak lanjut tersebut dilakukan setelah pihaknya mengikuti rapat koordinasi melalui Zoom yang dimediasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti).
Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah memperoleh informasi bahwa usulan penanganan wilayah dengan keterbatasan jaringan di PPU telah ditindaklanjuti. Namun, hingga kini, Diskominfo belum menerima kepastian jadwal pelaksanaan verifikasi di lapangan.
“Ada tujuh titik yang masuk dalam proses tindak lanjut dan telah diambil oleh provider Indosat untuk verifikasi lapangan. Namun, kami belum menerima informasi mengenai jadwal pelaksanaan verifikasi tersebut,” ujarnya.
Berita Terkait
Fitriani menjelaskan, tujuh titik tersebut merupakan bagian dari pemetaan kebutuhan jaringan yang lebih luas. Apabila seluruh titik beserta sublokasi yang diusulkan diperhitungkan, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 19 titik yang tersebar di tiga kecamatan.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku. Wilayah tersebut sebelumnya telah disampaikan sebagai prioritas oleh Bupati PPU karena mengalami kondisi blank spot atau belum terjangkau jaringan komunikasi.
Menurut Fitriani, penanganan Mentawir diharapkan dapat segera direalisasikan mengingat kebutuhan akses komunikasi di wilayah tersebut cukup mendesak.
“Kami berharap penanganannya bisa segera dilakukan karena kondisi Mentawir memang membutuhkan perhatian khusus,” katanya.
Ia mengungkapkan, salah satu tantangan dalam mengusulkan perluasan jaringan adalah data agregat yang menunjukkan akses internet di PPU relatif tersedia. Padahal, angka secara keseluruhan belum tentu menggambarkan kondisi jaringan di setiap desa maupun permukiman.
Di lapangan, kualitas sinyal dapat dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi topografi, jarak antarpemukiman, akses jalan, hingga keberadaan pepohonan yang menghambat penerimaan sinyal.
Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah masih mengalami kesulitan berkomunikasi meskipun secara umum kabupaten telah memiliki akses internet.
Karena itu, Diskominfo PPU terus berupaya menyampaikan kondisi riil di lapangan kepada pemerintah pusat dan pihak terkait. Langkah ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan jaringan lebih lanjut.
“Dengan masuknya tujuh titik dalam proses verifikasi Indosat, pemerintah daerah berharap ada perkembangan konkret menuju pemerataan layanan telekomunikasi, terutama bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses komunikasi,” tutupnya. (ADV/DiskominfoPPU)
Penulis: Nelly
Editor: Awan

