Ekobis
kepala ojk kaltimkaltara ojk kaltim misran pasaribu bulan inklusi keuangan kaltim inklusi keuangan 
OJK Terima Aduan Love Scam, Warga Kaltim Diingatkan Pegang Prinsip Legal dan Logis
SELASAR.CO, Samarinda – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penipuan berkedok investasi hingga janji menikah atau love scam. Edukasi keuangan dinilai tetap penting meskipun tingkat literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Timur disebut mengalami peningkatan.
Pesan tersebut disampaikan Kepala OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Misran Pasaribu, dalam rangkaian Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Kaltim 2026–FinExpo di Atrium Big Mall Samarinda, Sabtu (24/10/2026).
Misran mengatakan masyarakat perlu memegang prinsip 2L, yakni legal dan logis, ketika menerima tawaran keuangan. Prinsip tersebut diharapkan membantu masyarakat lebih berhati-hati terhadap tawaran yang terlihat menguntungkan.
“Kita tetap terus memberikan edukasi ke masyarakat supaya pegang prinsip 2L tadi, legal dan logis,” kata Misran.
Berita Terkait
Menurutnya, hasil survei yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Kaltim. Namun, upaya edukasi harus terus dilakukan agar masyarakat, khususnya di Samarinda, tidak mudah tertipu.
Misran menyebut OJK telah menerima berbagai pengaduan penipuan di bidang keuangan. Modusnya antara lain berupa tawaran investasi yang pada akhirnya merugikan masyarakat hingga penipuan dengan pendekatan asmara.
“Ada juga yang namanya love scam. Kami pernah terima itu dari masyarakat. Ternyata diiming-imingi dengan janji dinikahi, misalnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam modus tersebut, pelaku meminta bantuan pembayaran kepada korban dengan alasan investasi atau usahanya sedang mengalami hambatan. Pelaku kemudian menjanjikan bahwa usaha itu nantinya diperuntukkan bagi kepentingan bersama setelah menikah.
“Jangan mudah tertipu dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan, tapi tidak aman buat mereka,” pesan Misran.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, menilai kegiatan edukasi keuangan penting bagi masyarakat, terutama ibu-ibu dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Neneng mengapresiasi Bank Indonesia dan OJK yang memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, mulai dari penyusunan anggaran hingga cara menyiasati kondisi ekonomi saat ini.
Ia menilai perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ekonomi keluarga sekaligus mendampingi anak-anak. Karena itu, pengetahuan keuangan menjadi bekal bagi perempuan untuk menjalankan berbagai peran tersebut.
“Jadi perempuan itu bisa multitasking, kan, ya. Nah, jadi ibu-ibu ini menjadi penjaga keluarga,” kata Neneng.
Menurutnya, perempuan juga dapat menjadi penunjang ekonomi keluarga. Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar memilih layanan keuangan yang legal dan berhati-hati terhadap penawaran yang masuk melalui telepon seluler.
Neneng menyarankan masyarakat memanfaatkan layanan konsultasi OJK maupun Bank Indonesia ketika membutuhkan informasi mengenai keuangan.
“Konsultasi ke OJK itu boleh. Konsultasi ke BI boleh. Semua bisa dikonsultasikan secara online,” ujarnya.
Puncak BIK Kaltim 2026–FinExpo mengusung tema “Inklusi Keuangan Cerdas Menuju Indonesia Emas”. Kegiatan tersebut menghadirkan pameran lembaga jasa keuangan, pameran UMKM, gelar wicara, permainan interaktif, dan hiburan yang terbuka untuk masyarakat.
Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

