Ekobis

ojk ojk kaltim ojk kaltim kaltara 

Aset Perbankan Kalimantan Tembus Rp425 Triliun, OJK Pastikan Ekonomi Tetap Stabil



Kepala OJK Kaltim-Kaltara. Foto: Selasar/boy
Kepala OJK Kaltim-Kaltara. Foto: Selasar/boy

SELASAR.CO, Samarinda - Kinerja sektor jasa keuangan di Kalimantan sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset perbankan di wilayah ini mencapai Rp425 triliun hingga November 2025, capaian yang berperan penting dalam menopang stabilitas perekonomian daerah.

Di tengah capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Kalimantan tercatat berada di level 5,20 persen secara tahunan. Kondisi ini didukung oleh peningkatan aktivitas perbankan, khususnya pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 2,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai DPK yang berhasil dihimpun mencapai Rp425 triliun.

Penyaluran pembiayaan juga menunjukkan kinerja kuat dengan total kredit yang disalurkan sebesar Rp342 triliun. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan mencapai 58,33 persen.

Kepala OJK Kaltim-Kaltara, Parjiman, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut tetap berada dalam koridor kehati-hatian. Rasio kredit bermasalah (NPL Gross) perbankan di Kalimantan terjaga pada angka 2,45 persen, masih jauh di bawah ambang batas risiko.

“Angka NPL ini mencerminkan bahwa stabilitas sistem perbankan di Kalimantan tetap terjaga,” ujar Parjiman, Rabu (14/1/2026).

Tak hanya sektor perbankan, perkembangan pasar modal di Kalimantan juga menunjukkan akselerasi. Aktivitas investasi kini ditopang oleh keberadaan 121 Perusahaan Efek dan 229 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Sepanjang 2025, jumlah investor saham meningkat 7,45 persen, sementara nilai transaksi saham melonjak hingga 48,55 persen.

Kinerja sektor industri keuangan non-bank turut mencatatkan pertumbuhan. Penyaluran pembiayaan melalui platform P2P Lending meningkat 25,53 persen dengan nilai mencapai Rp1,3 triliun, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan keuangan digital.

Dari sisi penguatan literasi, OJK melaksanakan 355 kegiatan edukasi keuangan melalui program GENCARKAN yang menjangkau 90.299 peserta di 56 kabupaten dan kota di Kalimantan. Sementara itu, upaya perlindungan konsumen dilakukan melalui pengaktifan Satgas PASTI, dengan 46 kegiatan sosialisasi pencegahan aktivitas keuangan ilegal sepanjang 2025.

“Seluruh capaian ini menunjukkan kontribusi nyata OJK dalam memperkuat ekosistem keuangan daerah. Ke depan, pada 2026, kami akan memperluas akses keuangan melalui program satu rekening satu pelajar di seluruh Kalimantan,” kata Parjiman.

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya