Ragam

PLN Usia PLN  sejarah PLN Hari Listrik Nasional Hari PLN 

Usia PLN 75 Tahun, Masih Ada 41.000 Keluarga di Kaltimtara Tidak Teraliri Listrik



Acara Pencanangan 50.000 sambungan listrik rumah tangga gratis di Provinsi Kaltim.
Acara Pencanangan 50.000 sambungan listrik rumah tangga gratis di Provinsi Kaltim.

SELASAR.CO, Samarinda - Tepat hari ini, Selasa (27/10/2020) diperingati sebagai Hari Listrik Nasional setiap tahunnya. Peringatan ini mengacu pada sejarah hari lahirnya Perusahaan Listrik Negara (PLN). Terhitung hingga saat ini PLN telah berusia 75 tahun.

Namun, sudah tiga per emat abad beroperasi sebagai penyedia listrik di republik ini, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan perusahaan milik negara ini. Salah satunya ialah masih terdapat rumah-rumah warga utamanya di daerah terpencil yang belum dapat menikmati fasilitas energi listrik.

Sigit Witjaksono, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kaltimtara menyebut saat ini masih ada sekitar 69 ribu Keluarga yang belum teraliri listrik non-PLN, atau listrik yang berasal dari hasil swadaya atau bantuan dari perusahaan setempat. Sedangkan yang sama sekali belum teraliri listrik baik dari PLN maupun non-PLN kurang lebih 41 ribu KK. Hal ini dikatakan Sigit saat menghadiri acara pencanangan 50.000 sambungan listrik rumah tangga gratis di Kaltim.

"Sekarang itu posisinya kurang lebih rumah tangga itu ada sekitar 69 ribu rumah yang belum mendapatkan listrik, didominasi daerah Kabupaten Kutai Barat," ujar Sigit.

Dijelaskan Sigit, ada berbagai macam sebab kenapa masih ada rumah di Kaltim yang belum teraliri listrik. Salah satunya belum masuknya jaringan listrik ke daerah tersebut.

"Masih ada lagi daerah-daerah yang benar-benar masih terpencil, itu yang agak sulit. Itulah yang saat ini belum terlistriki saat ini," sebutnya.

Padahal untuk ketersedian listrik di interkoneksi Kalimantan yang menghubungkan antara Kaltim, Kalsel, dan Kalteng saat ini kondisinya surplus 550 megawatt.

"Kebetulan pertumbuhan (pemakaian daya listrik) saat ini kan sedang turun di masa Covid-19, utamanya di bidang bisnis mulai dari hotel hingga mall dan sampai sekarang belum kembali normal. Pertumbuhannya masih negatif 4 persen. Ini yang membuat perencanaan pembangkit baru sebelumnya yang sudah masuk (tertunda)," jelasnya.

Lebih lanjut Gubernur Kaltim, Isran Noor menyebutkan bahwa hingga saat ini telah ada 92 persen rumah di Kaltim telah teraliri listrik. Terkait masih terdapat masyarakat yang belum dapat mengakses listrik, dirinya menjelaskan Pemprov Kaltim telah melakukan upaya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Saat ini juga dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk daerah-daerah yang belum terjangkau dengan jaringan listrik PLN. Salah satunya yang belum lama ini saya resmikan di Kabupaten Paser," sebut Isran.

Bantuan dana pemasangan Listrik dari dana CSR perusahaan pun diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Seperti diketahui, pada hari ini beberapa perusahaan tambang batu bara di Kaltim memberikan dana CSR-nya sebagai biaya pemasangan listrik gratis bagi masyarakat kategori kurang mampu.

"Hasil kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tambang melalui dana CSR. Ke depannya tidak hanya perusahaan tambang, perusahaan non-tambang juga harus berpartisipasi banyak melalui dana CSR mereka,” katanya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya