Kutai Timur
PMI Kutim bantuan pelajar kutim untuk aceh 
Dari Siswa untuk Siswa, PMI Kutim Salurkan Donasi ke Pelajar Aceh
SELASAR.CO, Sangatta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan menyalurkan bantuan hasil pengumpulan donasi dari masyarakat dan pelajar Kutim kepada korban bencana banjir di Aceh dan Sumatera.
Berdasarkan laporan Ketua PMI Kutim, Kasmidi Bulang, yang disampaikan di Markas PMI Jalan Poros Sangatta–Bengalon, Road 9, hingga kini dana yang terkumpul telah mencapai Rp329 juta dan diproyeksikan menembus angka Rp350 juta hingga hari pemberangkatan.
Kasmidi menyebutkan, meskipun PMI Provinsi Kalimantan Timur mewadahi pengumpulan donasi untuk disalurkan, PMI Kutim memutuskan untuk mengantarkannya langsung ke lokasi bencana. Hal ini dilakukan karena jumlah donasi yang terkumpul di Kutim lebih besar dibandingkan PMI kabupaten/kota lainnya.
“Kita akan membawa langsung donasi yang kemarin dikumpulkan selama hampir satu bulan, oleh anak-anak kita (siswa SD–SMA), relawan, perorangan, hingga perusahaan. Atas nama PMI Kutim, saya menyampaikan terima kasih atas kepedulian kita semua terhadap bencana di Aceh dan Sumatera,” ujar Kasmidi pada Kamis (22/01/2026).
Didampingi Sekretaris Wilhelmus Wio Doi dan Wakil Ketua Bidang Bencana Misbachul Khoir, Kasmidi menjelaskan bahwa bantuan disalurkan pascabencana karena saat kejadian sudah banyak bantuan yang masuk, termasuk dari luar negeri.
Berita Terkait
“Sekarang sasarannya adalah bagaimana anak-anak di sana bisa tetap bersekolah. Apalagi, sebagian besar donatur—sekitar 80 persen—adalah anak-anak kita dari tingkat SD, SMP, dan SMA,” tambahnya.
Berdasarkan informasi dari relawan di lokasi, anak-anak telah mulai kembali bersekolah sejak dua hari lalu. Kebutuhan mendesak saat ini adalah perlengkapan sekolah dan alat ibadah.
“Paket perlengkapan sekolah sudah disiapkan oleh relawan di Medan. Nantinya akan langsung kami antar melalui jalur darat ke Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Termasuk bantuan dari Baznas Kutim yang menyumbangkan 130 buah Al-Qur’an,” imbuhnya.
Dalam penyaluran bantuan ini, PMI Kutim juga mengajak perwakilan siswa. Satu siswa dari SMP YPPSB dipilih karena sekolah tersebut menyumbang dalam jumlah besar. Sementara satu siswa dari SMA Sandaran dipilih sebagai bentuk apresiasi atas kepeduliannya yang cepat tanggap, meskipun berasal dari daerah pelosok.
Rencana awalnya, perwakilan dari tingkat SD juga akan diajak. Namun, karena pertimbangan jarak dan waktu tempuh, rencana tersebut sementara dibatalkan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, keberangkatan ini tidak akan mengurangi jumlah donasi yang dibawa ke sana. Biaya perjalanan ditanggung secara terpisah,” tegas Kasmidi.
Sebagai bentuk apresiasi, PMI Kutim juga menyerahkan plakat penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi, termasuk sekolah, kampus, relawan, hingga pihak swasta.
Penulis: Gunawan
Editor: Yoghy Irfan

