Paser
Pemkab Paser 
Pemkab Paser Perkuat Perlindungan Pekerja Perkebunan Kelapa Sawit
SELASAR.CO, PASER – Pemerintah Kabupaten Paser menggelar Lokakarya Perlindungan Pekerja Sektor Perkebunan Kelapa Sawit di Pendopo Kabupaten Paser Lou Bepekat, Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, baik pada sektor formal maupun informal.
Wakil Bupati Paser, H. Ikhwan Antasari, S.Sos., mengatakan bahwa perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu sektor yang menyerap banyak tenaga kerja di Kalimantan Timur, termasuk di Kabupaten Paser. Namun, pekerja di sektor tersebut, khususnya pekerja informal, masih menghadapi keterbatasan perlindungan dan akses terhadap kesejahteraan.
“Aksi semacam ini penting untuk membangun kesadaran, kesepahaman, dan aksi bersama bahwa perlindungan pekerja merupakan sesuatu yang esensial. Perlu ditekankan adanya integrasi perlindungan sosial serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) agar pekerja formal maupun informal terjamin kesejahteraannya,” ujar Ikhwan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Paser terus memperluas jangkauan program jaminan sosial bagi para pekebun. Pada 2025, sebanyak 516 pekebun sawit telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Berita Terkait
Program tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Sawit sebesar Rp100 juta. Pada 2026, jumlah penerima perlindungan meningkat menjadi 1.032 pekebun dengan alokasi anggaran mencapai Rp200 juta.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Ikhwan juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Solidaridad Network Indonesia yang telah menjadi mitra pembangunan sekaligus menginisiasi pelaksanaan lokakarya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra pembangunan diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperbaiki tata kelola sektor perkebunan kelapa sawit dan memperluas perlindungan terhadap para pekerjanya.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Paser untuk mendorong terwujudnya kemitraan yang setara dan adil antara petani dengan pelaku usaha kelapa sawit.
Langkah tersebut sejalan dengan visi Paser TUNTAS, yaitu Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera.
Lokakarya dihadiri sejumlah narasumber dan pemangku kepentingan. Mereka antara lain Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan sekaligus Direktur Pengembangan SDM GAPKI Sumarjono Saragih dan Country Manager Solidaridad Network Indonesia Yeni Fitriyanti.
Kegiatan tersebut juga melibatkan perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paser, akademisi, dan perwakilan serikat pekerja.
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

