Utama
update kasus kawat tertinggal di aws 
Dinkes Kaltim Masih Tunggu Hasil RCA Kemenkes Terkait Dugaan Kelalaian Medis di RSUD AWS
SELASAR.CO, Samarinda - Tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah turun tangan melakukan Root Cause Analysis (RCA) atau analisis akar masalah terkait kasus dugaan kelalaian medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS). Kasus ini mencuat setelah adanya temuan kawat sepanjang 2 sentimeter yang tertinggal di dalam tubuh pasien pada Februari lalu.
Investigasi mendalam oleh tim Kemenkes tersebut telah dilaksanakan pada 4 hingga 5 Juni lalu, guna mengurai secara detail penyebab pasti terjadinya insiden tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, membenarkan adanya investigasi tersebut. Namun, ia menyebutkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu laporan resmi hasil analisis dari tim pusat.
"Laporannya belum sampai ke saya, masih di Kementerian, di tim RCA-nya. Mudah-mudahan minggu ini (bisa diserahkan) biar cepat," ujar Jaya Mualimin, Senin (22/6/2026).
Jaya menjelaskan bahwa proses *Root Cause Analysis* bertujuan untuk mengevaluasi insiden ini secara komprehensif. Evaluasi tersebut menyasar berbagai lini operasional rumah sakit.
"Kalau *root cause analysis*, semuanya akan dievaluasi. Termasuk dari manajemen, unit pelayanan sendiri, hingga yang berkaitan dengan tata kelola klinis," jelasnya.
Lebih lanjut, Jaya memaparkan bahwa investigasi ini dilakukan oleh tim ahli gabungan yang kompeten di bidangnya. Tim tersebut melibatkan perwakilan dari Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular (Dokter Jantung), Komite Nasional Keselamatan Pasien, serta Komite Medik dari RSUD AWS.
Terkait transparansi hasil investigasi kepada publik, Jaya memastikan bahwa temuan tim RCA tidak akan ditutupi. Ia menepis kekhawatiran bahwa hasil akhir nantinya hanya sebatas rekomendasi perbaikan internal tanpa membeberkan penyebab utama insiden.
"Untuk detail hasilnya saya belum tahu, karena RCA ini mencakup keseluruhan (masalah). Tapi nanti pasti diumumkan. Kita tunggu saja," pungkas Jaya.
Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

