Utama
seragam gratispol seragam gratis kaltim 
500 Paket Seragam Gratis Kaltim Siap Dibagikan, Gubernur Mas’ud Direncanakan Serahkan Simbolis
SELASAR.CO, Samarinda – Program seragam sekolah gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai memasuki tahap penyaluran. Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengatakan lebih dari 500 pasang seragam telah tiba dan siap dibagikan, menyusul proses pengadaan yang berjalan bertahap.
“Seragam ini sudah berproses dan sudah ada yang datang, sekitar 500-530-an. Posisinya sudah siap disalurkan, cuma mungkin menunggu simbolis dari Pak Gubernur,” kata Rahmat saat ditemui, Kamis (13/8/2026).
Rahmat menjelaskan, penyaluran tahap awal akan diberikan kepada tiga sekolah yang datanya lebih dulu lengkap, mencakup jumlah murid penerima, jenis kelamin, hingga ukuran seragam. Meski tak merinci nama sekolah, dirinya menyebut sekolah yang akan menerima tahap awal seragam gratis ini berada di Samarinda, Sangatta dan Kutai Kartanegara (Kukar). Sekolah lain menyusul begitu data mereka rampung.
Program ini didukung anggaran sekitar Rp65 miliar dengan target sekitar 65 ribu siswa penerima. Namun, Rahmat menyebut angka pasti penerima masih menunggu kelengkapan data dari seluruh sekolah, terutama sekolah swasta yang belum seluruhnya menyerahkan data siswa.
Berita Terkait
“Kalau negeri kan sudah masuk datanya, yang belum masuk ini kayaknya swasta, karena masih ada beberapa sekolah yang belum memasukkan data,” ujarnya.
Setiap siswa penerima mendapat paket bantuan senilai sekitar Rp1 juta, terdiri dari satu stel seragam putih abu-abu, sepatu, dan tas beserta kelengkapannya. Rahmat memastikan seragam pramuka tidak termasuk dalam paket bantuan tersebut, karena disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia.
Ia menargetkan seluruh proses penyaluran rampung pada September–Oktober mendatang, meski mengakui data sekolah yang belum lengkap berpotensi menjadi kendala.
“Mudah-mudahan September, Oktober ini. Tapi mungkin kecil, enggak banyak, kendalanya. Gelombang berikutnya insyaallah akan lebih banyak yang menerima,” katanya.
Menyinggung kondisi di lapangan, Rahmat mengungkapkan bahwa selama masa transisi menunggu penyaluran, siswa diperbolehkan mengenakan seragam SMP lama atau bahkan seragam bebas asal tetap rapi. Kebijakan ini, kata dia, sudah diterapkan sejak tahun lalu agar orang tua tidak merasa terbebani.
“Kami tidak memaksakan anak-anak itu harus beli di satu tempat. Bahkan mereka beli di toko lain pun boleh, atau punya kakaknya boleh, atau ada teman-temannya yang masih bagus boleh,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari pemantauannya saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), masih banyak siswa yang mengenakan seragam bebas, kondisi yang menurutnya juga terjadi di banyak daerah pada tahun-tahun sebelumnya.
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Yoghy Irfan

