Pendidikan
seragam gratis kaltim gartispol 
Seragam Gratis Kaltim Masih Diproduksi di Jawa, Kecepatan dan Kualitas Produksi Lokal Jadi Pertimbangan Disdikbud Kaltim
SELASAR.CO, Samarinda - Program seragam gratis senilai Rp65 miliar untuk siswa SMA/SMK, SLB, dan MA di Kalimantan Timur kembali molor. Selain persoalan distribusi, lokasi produksi seragam juga menjadi sorotan. Hingga kini, sebagian besar seragam masih diproduksi di luar daerah, terutama Jawa Timur.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Rahmat Ramadhan, menjelaskan bahwa kualitas dan kapasitas produksi menjadi pertimbangan utama. “Setahu saya, kualitas yang bagus masih ada di Jawa Timur dan satu daerah lain. Kami sudah mencoba metode untuk menggalakkan produksi lokal, tapi mutu seragam harus sama, jangan sampai berbeda-beda antarpenjahit. Selain itu, kebutuhan kita mencapai lebih dari 63 ribu seragam dalam waktu singkat,” ujarnya.
Rahmat menambahkan, kemampuan penjahit lokal masih terbatas dalam hal jumlah produksi massal. “Apakah mereka mampu menghasilkan 1.000 hingga 2.000 seragam dalam waktu singkat? Itu yang masih menjadi pertimbangan kami,” katanya.
Meski ada wacana untuk membagi produksi ke beberapa daerah, sistem pengadaan tetap menggunakan paket lengkap yang mencakup seragam, sepatu, dan tas.
“Perusahaan pemenang tender hanya satu untuk setiap bidang yaitu SMA atau SMK,” jelas Rahmat.
Sementara itu, laporan Selasar mencatat distribusi seragam diperkirakan baru berlangsung Agustus–September 2026. Kondisi ini membuat orang tua terpaksa membeli seragam sendiri agar anak-anak bisa mengikuti aturan sekolah sejak awal tahun ajaran. Kelompok pemerhati pendidikan Pokja 30 menilai keterlambatan ini berulang tiap tahun dan menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh agar program benar-benar dirasakan manfaatnya.
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Yoghy Irfan

