Kutai Kartanegara

Koperasi TKBM Karya Sejahtera  KUPP Kuala Samboja  KUPP Kelas II Kuala Samboja  Keselamatan Kerja di Pelabuhan  Keselamatan Kerja 

RAT Koperasi TKBM Karya Sejahtera Perkuat Transparansi dan Tata Kelola Organisasi



Rapat Anggota Tahunan Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025 di Tenggarong, Senin, 30 Juni 2026.
Rapat Anggota Tahunan Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025 di Tenggarong, Senin, 30 Juni 2026.

SELASAR.CO, Tenggarong — Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025 menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat tata kelola organisasi koperasi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di wilayah Pelabuhan Kuala Samboja.

Kegiatan yang berlangsung di Tenggarong, Senin (30/6/2026), dihadiri oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) serta perwakilan KUPP Kelas II Kuala Samboja. Dalam forum tersebut, anggota membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, laporan pengawas, hingga penyusunan rencana kerja koperasi untuk periode berikutnya.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Muhammad Reza, mengatakan pelaksanaan RAT merupakan indikator penting dalam mengukur kesehatan sebuah koperasi. Menurutnya, forum tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada seluruh anggota secara terbuka dan transparan.

“Alhamdulillah koperasi ini melaksanakan RAT setiap tahun. Itu menandakan koperasi ini sehat, karena memiliki bentuk pertanggungjawaban yang sehat dan transparan,” ujar Reza.

Reza menjelaskan, terdapat tiga agenda utama dalam RAT, yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus untuk Tahun Buku 2025, penyampaian laporan pengawas, serta pembahasan rencana kerja koperasi pada tahun berikutnya.

Ia menambahkan, RAT idealnya diselenggarakan pada awal tahun atau paling lambat tiga bulan setelah tahun buku berakhir. Dengan demikian, arah kebijakan dan program kerja koperasi dapat segera diketahui serta menjadi pedoman bagi seluruh anggota.

“Harapannya pada bulan Maret sudah dilaksanakan, supaya rencana kerja dan arah pengembangan koperasi ke depan bisa segera disampaikan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Reza juga menyoroti peran strategis koperasi TKBM dalam mendukung kesejahteraan para pekerja bongkar muat di kawasan pelabuhan. Saat ini, Koperasi TKBM Karya Sejahtera memiliki 30 unit kerja, dengan masing-masing unit beranggotakan sekitar 22 tenaga kerja.

“Untuk Koperasi Karya Sejahtera sendiri saat ini memiliki 30 unit. Satu unit terdiri dari sekitar 22 orang yang melakukan kegiatan tenaga kerja bongkar muat,” ujarnya.

Selain memperkuat tata kelola organisasi, koperasi juga diminta terus menjaga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Reza menilai tema RAT tahun ini yang mengusung konsistensi dalam melaksanakan Permenkop Nomor 6 Tahun 2023 dan SKB 2 Dirjen 1 Deputi Tahun 2011 menjadi pengingat bahwa koperasi harus dikelola secara profesional agar tetap dapat beroperasi di kawasan pelabuhan.

“Kalau melihat tema RAT tahun ini, itu menunjukkan koperasi ini tidak bisa main-main. Koperasi harus sehat dan layak sehingga bisa terus beroperasi di wilayah pelabuhan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Koperasi TKBM Karya Sejahtera Kuala Samboja, La Ode Mbena, menyebut RAT bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi wadah musyawarah untuk memperkuat komitmen seluruh anggota dalam menjalankan organisasi.

“Konsistensi dalam bekerja, konsistensi dalam melayani, dan konsistensi dalam menjalankan aturan yang menjadi pedoman kita bersama,” ujar La Ode.
Ia berharap seluruh keputusan yang dihasilkan dalam RAT Tahun Buku 2025 dapat memberikan manfaat bagi anggota sekaligus memperkuat peran Koperasi TKBM Karya Sejahtera dalam memberikan pelayanan tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Kuala Samboja.

Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

Berita Lainnya