Kutai Kartanegara
Koperasi TKBM Karya Sejahtera  KUPP Kuala Samboja  KUPP Kelas II Kuala Samboja  Keselamatan Kerja di Pelabuhan  Keselamatan Kerja 
KUPP Kuala Samboja Lirik Potensi Muara Jawa untuk Pengembangan TKBM
SELASAR.CO, Tenggarong — Wilayah Muara Jawa dinilai memiliki prospek untuk pengembangan kegiatan tenaga kerja bongkar muat (TKBM). Kedekatannya dengan kawasan pertambangan di wilayah Kutai dinilai dapat mendukung efisiensi operasional sekaligus membuka peluang perluasan layanan bongkar muat.
Pandangan tersebut disampaikan perwakilan KUPP Kelas II Kuala Samboja, Rezki, saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025 yang digelar di Tenggarong, Senin (30/6/2026).
Menurut Rezki, posisi strategis Muara Jawa yang berada di dekat sejumlah aktivitas pertambangan menjadi nilai tambah bagi pengembangan layanan TKBM. Jarak operasional yang lebih singkat dinilai mampu menghemat waktu sekaligus menekan risiko keterlambatan dalam aktivitas kepelabuhanan.
Ia menjelaskan, efisiensi waktu merupakan faktor penting dalam kegiatan bongkar muat. Keterlambatan proses kerja berpotensi menimbulkan tambahan biaya operasional, termasuk risiko dikenakannya biaya demurrage.
Berita Terkait
Namun demikian, Rezki menegaskan bahwa pengembangan kegiatan TKBM harus dibarengi dengan pembenahan tata kelola koperasi. Perbaikan administrasi, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan aspek keselamatan kerja menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
“Dari sisi administrasi, kalau memang masih ada celah-celah atau kekurangan, segera diperbaiki agar ke depan koperasi ini semakin maju,” kata Rezki.
Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara, Muhammad Reza, mengingatkan bahwa operasional koperasi TKBM harus tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pengelolaan koperasi tenaga kerja bongkar muat memerlukan pembinaan dan koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Reza menjelaskan, Koperasi TKBM Karya Sejahtera saat ini beroperasi di wilayah Pelabuhan KUPP Kuala Samboja dengan total 30 unit kerja. Masing-masing unit terdiri dari sekitar 22 tenaga kerja yang menjalankan aktivitas bongkar muat.
“Untuk Koperasi Karya Sejahtera sendiri saat ini memiliki 30 unit. Satu unit terdiri dari sekitar 22 orang yang melakukan kegiatan tenaga kerja bongkar muat,” ujar Reza.
Ia menambahkan, keberadaan koperasi TKBM tidak hanya mendukung kelancaran aktivitas pelabuhan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat yang bekerja di sektor bongkar muat. Karena itu, tata kelola koperasi yang baik dinilai akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan anggota.
Selain itu, Reza menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja. Mengingat aktivitas bongkar muat dilakukan di kapal dan kawasan pelabuhan yang memiliki tingkat risiko tinggi, setiap pekerja harus dibekali kemampuan yang memadai serta mematuhi standar keselamatan kerja.
“Risiko yang saya maksud adalah karena anggota TKBM bekerja di kapal dan di pelabuhan untuk melakukan kegiatan bongkar muat. Karena itu mereka harus memiliki kompetensi yang memadai dan koperasi harus berkomitmen menjaga keselamatan serta kesehatan kerja seluruh anggotanya,” ujar Reza.
Sementara itu, KUPP Kuala Samboja terus mendorong terciptanya budaya kerja yang mengutamakan keselamatan. Rezki mengatakan penggunaan alat pelindung diri (APD) wajib dipenuhi oleh setiap pekerja sebelum melakukan aktivitas di atas kapal sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan kerja yang aman.
“Kita ingin Pelabuhan Kuala Samboja mencapai zero accident, tidak ada kecelakaan kerja di laut pada tahun ini,” ujarnya.
Ketua Koperasi TKBM Karya Sejahtera Kuala Samboja, La Ode Mbena, mengatakan RAT Tahun Buku 2025 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh anggota dalam menjalankan organisasi sesuai aturan yang berlaku serta meningkatkan kualitas pelayanan.
“Konsistensi dalam bekerja, konsistensi dalam melayani, dan konsistensi dalam menjalankan aturan yang menjadi pedoman kita bersama,” kata La Ode.
Ia berharap seluruh keputusan yang dihasilkan dalam RAT dapat memperkuat peran Koperasi TKBM Karya Sejahtera dalam mendukung kegiatan bongkar muat di wilayah kerja Pelabuhan Kuala Samboja, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi peluang pengembangan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

