Ragam
DLH Bulungan Pengelolaan Sampah 
DLH Bulungan Dorong Sampah dari Tempat Usaha Jadi Sumber Nilai Ekonomi
SELASAR.CO, Bulungan – Sampah dari tempat usaha di Tanjung Selor dinilai masih memiliki nilai ekonomi jika dipilah dan dikelola dengan baik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan pun mendorong pelaku usaha tidak langsung membuang seluruh sampah yang dihasilkan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Bulungan, Indah Sriwati, menyampaikan hal tersebut saat memberikan edukasi kepada sekitar 50 pelaku usaha, Senin (25/8/2026).
Menurut Indah, sampah yang masih memiliki nilai jual dapat disalurkan kepada pengepul maupun Bank Sampah. Dengan cara tersebut, sampah tidak hanya mengurangi beban pengelolaan pemerintah, tetapi juga berpotensi memberikan tambahan nilai ekonomi.
“Jangan sampai sampah dibuang. Sampah itu bisa dikerjasamakan dengan pengepul, dengan Bank Sampah kita yang ada di Jalan Rambutan, atau di TPS 3R paling dekat,” ujar Indah.
Berita Terkait
Beberapa TPS 3R yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha berada di kawasan Pasar Induk, Desa Jaelarey, dan Desa Bumi Rahayu.
Indah menjelaskan, sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan kertas dapat dipilah untuk kemudian dijual. Sementara sampah organik dapat dikelola menjadi kompos.
Pelaku usaha yang tidak ingin mengambil nilai ekonomi dari sampah tersebut juga tetap dapat menyerahkannya kepada petugas setelah dipilah.
“Kalau memang mau sedekah, dipilah nanti biar petugas kami juga yang ambil. Sedekahnya nanti ke petugas pasukan oranye,” katanya.
Menurutnya, persoalan pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan jumlah sampah yang dihasilkan, tetapi juga kebiasaan mencampur berbagai jenis sampah sejak dari sumber.
Sisa makanan, plastik, kardus hingga kertas masih kerap dimasukkan ke tempat sampah yang sama. Kondisi tersebut membuat sampah yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi lebih sulit dipisahkan.
“Kebiasaan-kebiasaan yang dulu itu hilang. Kalau kita dulu kan cuma kardus, kertas. Sekarang sampai sampah sisa makanan pun kita buang juga ke tong sampah,” ungkapnya.
Karena itu, DLH Bulungan meminta pelaku usaha mulai membiasakan pemilahan sampah di tempat usaha masing-masing. Sampah yang masih bernilai dapat disalurkan untuk dimanfaatkan kembali, sedangkan sampah organik bisa dikelola menjadi kompos.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah yang masuk ke TPS sekaligus membuka peluang ekonomi dari sampah yang selama ini masih dianggap sebagai barang buangan. (**)
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

