Ragam
DLH Bulungan 
Kebun Raya Bunda Hayati Jadi Lokasi Konservasi, Ratusan Jenis Pohon Ditanam
SELASAR.CO, Bulungan – Kebun Raya Bunda Hayati di Kabupaten Bulungan terus dikembangkan sebagai kawasan konservasi dan ruang terbuka hijau. Berbagai jenis pohon ditanam dan dipelihara untuk memperkaya koleksi vegetasi yang mewakili keanekaragaman tanaman di Bulungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan, Ismail, S.Hut., mengatakan Kebun Bunda Hayati memiliki sejumlah fungsi, mulai dari penanaman, edukasi dan pendidikan hingga jasa lingkungan.
Kawasan tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan ruang terbuka hijau dan konsep bangunan hijau yang dilakukan pemerintah daerah.
“Kebun Bunda Hayati ini adalah sebagai lokus utama konservasi kita. Jadi ada lima fungsi yang ada, ada konteks penanaman, konteks edukasi, pendidikan, dan jasa lingkungan,” ujar Ismail.
Berita Terkait
Menurutnya, penanaman pohon dilakukan untuk memperkaya jenis tanaman yang dikonservasi. Koleksi tersebut mencakup tanaman yang tumbuh secara alami di wilayah Bulungan, termasuk jenis pohon komersial dan tanaman hutan.
Ismail berharap kawasan tersebut dapat berfungsi sebagai sumber plasma nutfah sekaligus menjadi benteng ekologis untuk menjaga keberadaan jenis tanaman apabila suatu saat mengalami kelangkaan di habitat alaminya.
“Yang kita pentingkan keanekaragaman hayati. Kita berharap tiga sampai lima pohon mewakili jenis-jenis pohon yang ada di alam Kabupaten Bulungan, baik pohon yang secara alami, pohon komersial, maupun jenis pohon hutan yang ada. Di sini kita mengkonservasinya,” jelasnya.
Selain penanaman, sejumlah pohon di Kebun Bunda Hayati juga telah melalui proses identifikasi. Ismail menyebut proses tersebut dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pohon yang telah teridentifikasi kemudian dipasangi barcode. Informasi tersebut digunakan untuk mengetahui jenis dan identitas masing-masing tanaman yang berada di kawasan tersebut.
“BRIN sudah mengidentifikasi, dan setiap pohon yang sudah kita identifikasi dipasang barcode. Jadi sudah diketahui dari jenis apa dan informasi lainnya sudah ada,” katanya.
DLH juga tetap mempertahankan tanaman yang tumbuh secara alami di kawasan tersebut. Ismail menyebut pertumbuhan alami tersebut merupakan bagian dari proses suksesi yang dapat memperkaya keanekaragaman tanaman.
“Di sini ada suksesi alami yang tumbuh dari berbagai jenis yang ada. Kita juga mengadakan dari luar, jadi kita perbanyak. Intinya kita perkaya jenis di sini,” pungkasnya.
(**)
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

