Gadget
asus laptop asus laptop kaltim laptop samarinda ASUS ExpertBook Ultra 
Tipis tetapi Tangguh, ASUS ExpertBook Ultra Diuji Awak Media Se-Kalimantan
SELASAR.CO, Pontianak — Sekitar 150 awak media dari lima provinsi di Pulau Kalimantan berkumpul di Novotel Pontianak Convention Centre, Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026). Pertemuan ini menjadi ruang bagi para pekerja media untuk melihat sekaligus menguji perangkat kerja yang dirancang mengikuti kebutuhan mobilitas tinggi.
Para peserta berasal dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Mereka mewakili beragam platform, mulai dari media cetak, daring, radio, televisi hingga pegiat media sosial.
Dalam kegiatan tersebut, ASUS memperkenalkan ExpertBook Ultra, laptop bisnis kelas premium yang menyasar kalangan profesional dan pelaku usaha. Para peserta tidak hanya mengikuti pemaparan mengenai spesifikasi perangkat, tetapi juga mendapat kesempatan menjajalnya melalui sesi product experience dan durability test.
Konsep pengujian langsung menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian peserta. Melalui sesi tersebut, awak media dapat melihat bagaimana sebuah laptop ringkas dirancang untuk menghadapi tekanan, mobilitas, dan beban pekerjaan yang kerap datang secara bersamaan.
Kondisi itu dekat dengan keseharian jurnalis. Proses produksi berita saat ini tidak selalu berlangsung di ruang redaksi. Wartawan bisa menulis dari lokasi peliputan, menyunting foto dan video dalam perjalanan, mengikuti konferensi pers secara daring, serta mengirimkan materi kepada editor dalam waktu yang terbatas.
Commercial Technical Public Relation ASUS Indonesia, Said Dahda, mengatakan kebutuhan terhadap perangkat kerja tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan menjalankan aplikasi. Faktor portabilitas, ketahanan, keamanan data, dan efisiensi daya kini turut menjadi pertimbangan penting.
“Pekerjaan sekarang semakin menuntut mobilitas tinggi. Jurnalis misalnya, bisa bekerja dari berbagai tempat dan memiliki jam kerja yang tidak menentu. Karena itu perangkat kerja juga harus mampu mendukung aktivitas tersebut,” kata Said.
Tipis untuk Mobilitas, Dirancang Tetap Tangguh
ExpertBook Ultra hadir dengan ketebalan sekitar 10,9 milimeter. Bobotnya berada di kisaran 0,99 kilogram untuk varian layar POLED dan sekitar 1,09 kilogram untuk varian Tandem OLED.
Dimensi tersebut membuat perangkat relatif mudah dimasukkan ke dalam tas kerja dan dibawa berpindah lokasi. Meski tampil tipis, ASUS menyatakan laptop ini menggunakan sasis berbahan magnesium-aluminium dan telah melalui pengujian berstandar militer MIL-STD-810H.
Ketahanan terhadap tekanan turut diperagakan dalam sesi pengujian. Perangkat tersebut diklaim mampu menghadapi beban tekanan hingga 100 kilogram, situasi yang dapat terjadi ketika laptop tersimpan di dalam tas padat bersama dokumen dan perlengkapan kerja lainnya.
“Laptop ini memiliki tampilan yang tipis dan estetis. Dari sisi bobot juga lebih ringan dibandingkan sejumlah laptop tipis lainnya, sehingga lebih mudah dibawa untuk pengguna dengan mobilitas tinggi,” ujar Said.
Perhatian terhadap mobilitas juga terlihat pada kapasitas baterai 70 Wh. Berdasarkan klaim perusahaan, baterai tersebut dapat digunakan hingga 26 jam dalam kondisi pengujian tertentu. Fitur pengisian cepatnya disebut mampu mengisi daya hingga 50 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Daya tahan aktual tetap dapat berbeda bergantung pada tingkat kecerahan layar, aplikasi yang dijalankan, konektivitas, dan pola penggunaan.
Layar Lebih Luas dalam Bodi Ringkas
ExpertBook Ultra membawa layar 14 inci dengan rasio aspek 16:10. Rasio layar terhadap bodinya mencapai sekitar 91 persen sehingga ruang pandang terasa lebih luas meskipun ukuran perangkat tetap ringkas.
Pada varian tertingginya, ASUS menawarkan panel Tandem OLED beresolusi 3K dengan tingkat penyegaran 120 Hz dan kecerahan puncak HDR hingga 1.400 nit. Layar tersebut disiapkan untuk menjaga keterbacaan konten ketika perangkat digunakan di tempat dengan pencahayaan terang.
Kemampuan itu relevan bagi pekerja lapangan yang tidak selalu dapat memilih kondisi kerja ideal. Materi tulisan, foto, grafik, maupun video diharapkan tetap dapat dilihat dengan jelas ketika pengguna bekerja di area terbuka, ruang tunggu, kafe, atau lokasi peliputan.
AI Lokal untuk Mendukung Pekerjaan
Dari sisi performa, ExpertBook Ultra dibekali pilihan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 388H. Perangkat ini memiliki Neural Processing Unit atau NPU dengan kemampuan pemrosesan hingga 50 TOPS untuk menangani sejumlah pekerjaan berbasis kecerdasan buatan secara lokal.
ASUS juga menyematkan AI ExpertMeet yang dapat digunakan untuk membantu transkripsi, penerjemahan bahasa, dan optimalisasi kamera ketika konferensi video. Pemrosesan melalui NPU memungkinkan sebagian pekerjaan AI dilakukan langsung di perangkat sehingga tidak seluruhnya bergantung pada layanan komputasi awan.
Bagi jurnalis, kemampuan tersebut berpotensi membantu proses pencatatan wawancara maupun rapat. Namun, hasil transkripsi dan penerjemahan berbasis AI tetap perlu diperiksa kembali untuk menghindari kekeliruan nama, istilah, angka, atau konteks pernyataan narasumber.
Laptop ini menyediakan RAM LPDDR5x hingga 64 GB dan penyimpanan SSD hingga 2 TB. Konfigurasi tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas multitugas, termasuk menjalankan rapat daring sambil mengolah dokumen, data, foto, atau materi audiovisual.
Keamanan Data Menjadi Perhatian
Selain performa dan daya tahan fisik, ASUS membawa sistem keamanan ExpertGuardian yang dirancang untuk melindungi perangkat dan data pengguna. Fitur keamanannya mencakup TPM 2.0, pengenalan wajah melalui Windows Hello, pemindai sidik jari, penutup fisik kamera, serta sistem perlindungan BIOS.
Aspek ini penting bagi pekerja media dan kalangan profesional yang menyimpan dokumen internal, data narasumber, materi liputan, maupun informasi perusahaan di dalam perangkat kerja.
Pertemuan di Pontianak tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang pengenalan sebuah produk. Kegiatan itu juga memperlihatkan perubahan kebutuhan pekerja profesional di tengah ritme kerja yang semakin dinamis.
Bagi awak media, laptop telah berkembang menjadi ruang redaksi bergerak. Dari perangkat yang sama, jurnalis dituntut mampu menulis, merekam, menyunting, berkomunikasi, dan mengirimkan berita, sering kali tanpa meja kerja tetap dan dengan tenggat yang terus berjalan.
Karena itu, perangkat yang tipis dan ringan belum tentu cukup. Kemampuan mengikuti mobilitas pengguna, menghadapi tekanan penggunaan sehari-hari, menjaga keamanan data, serta menjalankan berbagai pekerjaan secara bersamaan kini menjadi bagian penting dari kebutuhan kerja di lapangan.
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Yoghy Irfan

