Pemkab PPU Perumdam Danum Taka Diskominfo PPU 
Perumdam Danum Taka Soroti Kualitas Air yang Dikonsumsi Anak
SELASAR.CO, Penajam Paser Utara — Status Perumdam Danum Taka sebagai perusahaan yang masuk dalam Asosiasi Perusahaan Ramah Anak Indonesia (APSAI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) turut membawa perhatian pada kualitas produk yang dihasilkan, khususnya air yang dikonsumsi masyarakat dan anak-anak.
Direktur Utama Perumdam Danum Taka sekaligus Ketua APSAI PPU, Abdul Rasyid, mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan tanggung jawab pemerintah daerah sebagai penyelenggara layanan dasar. Perumdam Danum Taka, kata dia, berada dalam posisi untuk mendukung upaya tersebut melalui penyediaan air yang memenuhi standar.
Hal itu menjadi penting karena kualitas air baku di PPU memiliki tantangan tersendiri dibandingkan sejumlah daerah lain yang memiliki sumber air baku lebih baik.
“Kalau kita bicara kualitas air baku, jauh dibandingkan dengan air baku yang ada di Pulau Jawa dan sebagainya, Sumatera. Akan tetapi PDM akan terus berusaha bagaimana caranya kualitas air kita ini bisa memenuhi standar,” ujar Rasyid.
Berita Terkait
Menurut dia, air yang saat ini diolah Perumdam Danum Taka telah memenuhi standar. Namun, pihaknya tetap berupaya menekan sejumlah kandungan dalam air baku yang mendekati batas standar agar kualitas air yang dihasilkan semakin baik. Upaya tersebut, kata Rasyid, tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar layanan air minum, tetapi juga menjadi perhatian ketika produk air bersentuhan dengan kebutuhan anak.
Dalam pengolahan air baku, terdapat sejumlah kandungan alami yang perlu mendapatkan penanganan melalui proses pengolahan. Rasyid menyebut kandungan seperti besi (Fe), timbal, dan arsen merupakan bagian yang perlu diperhatikan karena tidak sesuai untuk dikonsumsi tubuh apabila berada pada kadar tertentu.
“Kalau kita bicara air baku memang ini kan dari alam. Sudah pasti alam itu juga menyediakan zat-zat kimia yang pada tubuh kita tidak bisa, tidak cocok. Tapi ada juga treatment yang bisa dilakukan, misalnya timbal, kemudian arsen dan sebagainya,” jelasnya.
Rasyid juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya melihat penyedia air dari sisi ketersediaannya. Menurutnya, masyarakat memiliki pilihan menggunakan sumber air selain Perumdam Danum Taka, tetapi kualitas dan proses pengolahannya tetap perlu diperhatikan.
“Memang kami mendorong masyarakat itu sebaiknya menggunakan tidak harus ke PDM karena banyak penyedia air sebenarnya selain kita. Cuma harus dilihat apakah air yang dia salurkan itu dikelola sesuai dengan ketentuan atau tidak,” katanya.
Di sisi lain, tantangan penyediaan air di PPU juga berkaitan dengan ketersediaan sumber air baku. Rasyid menyebut Kabupaten PPU membutuhkan sumber air baku yang dapat diandalkan untuk kebutuhan jangka panjang. Menurutnya, Long Kali menjadi salah satu sumber yang diharapkan dapat menopang kebutuhan air baku PPU ke depan. Sementara rencana pembangunan bendungan di kawasan konsesi perkebunan yang disebut dapat menjadi sumber air baku alternatif masih membutuhkan waktu panjang dan diperkirakan baru dapat direalisasikan sekitar 2035.
Karena itu, Rasyid mendorong percepatan program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional sebagai salah satu solusi untuk memperkuat ketersediaan air baku.
Program tersebut telah berjalan di wilayah Babulu. Pemerintah provinsi saat ini membangun reservoir dengan kapasitas 1.000 liter per detik. Namun, pemanfaatannya masih membutuhkan waktu karena pelaksanaannya turut dipengaruhi kondisi fiskal.
“Yang sekarang bisa kita lakukan adalah mengajak pemerintah provinsi, kabupaten untuk menyelesaikan program SPAM regional,” ujarnya.
Bagi Perumdam Danum Taka, keterbatasan air baku tidak mengurangi kebutuhan untuk memastikan air yang diproduksi tetap memenuhi standar. Apalagi, perusahaan tersebut kini menjadi bagian dari APSAI PPU yang mendorong keterlibatan dunia usaha dalam menciptakan lingkungan dan layanan yang lebih ramah terhadap anak.
Dalam konteks tersebut, kualitas produk menjadi salah satu aspek yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab perusahaan ketika layanan yang diberikan digunakan masyarakat, termasuk anak-anak.
“Perumdam Danum Taka akan terus berupaya memperbaiki kualitas air dengan memanfaatkan sumber air baku yang tersedia sekaligus mendorong penguatan sumber air baku untuk kebutuhan PPU dalam jangka panjang,” pungkasnya. (ADV/DiskominfoPPU)
Penulis: Nelly
Editor: Awan

