PPU
Sekolah Rakyat PPU  Sekolah Rakyat di PPU Sekolah Rakyat Pemkab PPU 
Sekolah Rakyat PPU Dibangun di Lawe-Lawe, Anggaran Capai Rp280 Miliar
SELASAR.CO, Penajam Paser Utara – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) direncanakan mulai memasuki tahap lelang pada September 2026. Sekolah yang berlokasi di kawasan Lawe-Lawe tersebut disiapkan dengan anggaran sekitar Rp280 miliar dan ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengatakan, PPU menjadi salah satu dari dua daerah di Kalimantan Timur yang mendapatkan pembangunan Sekolah Rakyat. Selain PPU, program serupa juga dilaksanakan di Kota Bontang.
“Kalau Sekolah Rakyat insyaallah bulan September-November dilelang. Bulan ini tahun ini. Dan itu sudah dianggap lengkap. PPU, apa, Kalimantan Timur hanya dua, Bontang sama Penajam Paser Utara,” kata Waris.
Berita Terkait
Menurutnya, anggaran pembangunan Sekolah Rakyat tersebut diperkirakan mencapai Rp280 miliar. Dana itu diperuntukkan bagi pembangunan berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan. Fasilitas yang disiapkan mencakup ruang pendidikan, asrama, sarana olahraga, lapangan sepak bola, lapangan futsal, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Semua fasilitas, asrama, olahraga, lapangan bola, lapangan futsal ada. Fasilitas Rp280 miliar,” ujarnya.
Pembangunan ditargetkan berlangsung dalam waktu relatif singkat. Pemerintah daerah menyebut pekerjaan ditargetkan selesai sekitar enam hingga delapan bulan setelah pembangunan dimulai. Lokasi Sekolah Rakyat berada di kawasan Lawe-Lawe dengan luas lahan sekitar 6,7 hektare. Menurut Waris, kesiapan lahan tidak lagi menjadi persoalan karena area yang disiapkan telah melalui proses pematangan.
“Kalau lahannya sendiri di Lawe-Lawe insyaallah sudah tidak masalah,” katanya.
Sekolah Rakyat tersebut nantinya dirancang sebagai sekolah berasrama. Anak-anak yang diterima akan memperoleh kebutuhan pendidikan dan fasilitas selama berada di sekolah, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga menyelesaikan pendidikan menengah atas.
Waris mengatakan sasaran utama program tersebut adalah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan pendataan dan pengecekan untuk memastikan calon siswa yang dipilih benar-benar memenuhi kriteria.
“Harus dicari yang betul-betul di Penajam, misalnya Kabupaten Penajam itu yang betul-betul ekstrem. Nanti dimasukkan semua di situ,” jelasnya.
Ia menggambarkan sasaran penerima sebagai anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi sangat terbatas, termasuk keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak. Pemerintah daerah juga sebelumnya diminta menyiapkan data calon siswa. Namun, proses pendataan masih akan dilakukan menyesuaikan mekanisme penerimaan yang ditetapkan dalam program Sekolah Rakyat.
Waris menyebut kebutuhan siswa yang tinggal di asrama nantinya diperkirakan mencapai sekitar 120 hingga 150 orang. Para siswa akan mendapatkan fasilitas pendidikan, tempat tinggal, serta kebutuhan sehari-hari selama mengikuti program. Pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan lebih dari satu kementerian. Program tersebut melibatkan Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
“Yang sekolah rakyat ada juga Kemensos, pendidikan sama PUPR. Kolaborasi itu,” ujarnya.
Sementara itu, rencana awal untuk menggunakan Hotel Penajam Suite sebagai lokasi sementara siswa tidak lagi menjadi pilihan setelah kesiapan lahan pembangunan Sekolah Rakyat di Lawe-Lawe dinilai mencukupi. Dengan pembangunan fasilitas permanen di lahan seluas 6,7 hektare tersebut, pemerintah daerah menargetkan Sekolah Rakyat dapat mulai menyiapkan penerimaan siswa pada tahun berikutnya. Program ini diarahkan untuk memberikan akses pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di PPU. (ADV/DiskominfoPPU)
Penulis: Nelly
Editor: Awan

