Kutai Kartanegara

Dinas PU Kukar Taman di Tenggarong Pemkab Kukar 

Utamakan Kenyamanan Pengunjung, DPU Kukar Siapkan Perbaikan Sejumlah Taman di Tenggarong



Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono. (Selasar/Farid)
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono. (Selasar/Farid)

SELASAR.CO, Kutai Kartanegara - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutai Kartanegara (Kukar) mencermati kondisi sejumlah kawasan taman di Kecamatan Tenggarong yang memerlukan perbaikan dan penanganan lebih lanjut.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas fasilitas publik sekaligus mendukung pengembangan destinasi serta kenyamanan wisatawan daerah.

Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menyebut, beberapa kawasan yang menjadi perhatian di antaranya Taman Musik, kawasan Arbizz Space, Taman Tanjong, serta sejumlah taman lainnya di Tenggarong.

Menurutnya, kawasan-kawasan tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai ruang publik sekaligus penunjang aktivitas pariwisata. Keberadaan fasilitas yang tertata dan nyaman diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kunjungan masyarakat maupun wisatawan.

“Kita juga melihat sejumlah kawasan lain, seperti Tanjung dan kawasan Arbis, yang sudah cukup baik sebagai penunjang destinasi wisata,” ujar Wiyono. Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan wisata juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat. Meningkatnya aktivitas kunjungan berpeluang mendorong perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM, pedagang, dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata.

Terkait rencana perbaikan, Wiyono mengatakan pihaknya masih menunggu hasil kajian teknis untuk menentukan metode penanganan dan kebutuhan anggaran.

Kajian diperlukan, karena kondisi konstruksi yang mengalami pergeseran membutuhkan penanganan berbeda, termasuk kemungkinan penambahan penguatan struktur.

“Kami tidak ingin perbaikan dilakukan hanya untuk sementara, kemudian kerusakan serupa kembali terjadi. Karena itu, aspek kekuatan dan ketahanan konstruksi untuk jangka panjang harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil kajian akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan, baik melalui perbaikan dan penguatan struktur maupun pembongkaran untuk pembangunan ulang apabila dinilai lebih efektif.

“Kami berharap Kukar tidak lagi hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi daerah, termasuk sektor pariwisata, jangan sampai anggaran sudah dikeluarkan, tetapi hasil perbaikannya tidak maksimal,” tutup Wiyono. (ADV/SLR/Kukar)

Penulis: Farid
Editor: Awan

Berita Lainnya