Kutai Kartanegara
DP3A Kukar  Syafliansyah Pernikahan Dini Program GENCAR Pemkab Kukar 
Cegah Pernikahan Dini, DP3A Kukar Rutin Sosialisasikan Program GENCAR ke Sekolah
SELASAR.CO, Kutai Kartanegara - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) rutin dalam melakukan sosialisasi program GENCAR (Cegah Pernikahan Anak Demi Masa Depan Cerah).
Program ini menjadi salah satu upaya, dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya pendidikan dan kesiapan diri sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah mengatakan, sosialisasi dilakukan melalui berbagai kegiatan dengan menyasar sekolah-sekolah dan organisasi.
Pelaksanaannya juga melibatkan kolaborasi dengan sejumlah institusi untuk memperluas edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini pada anak.
Berita Terkait
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini agar anak-anak memahami bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan, baik secara mental maupun dalam menjalankan tanggung jawab rumah tangga.
“Beberapa kegiatan kami laksanakan dengan mendatangi sekolah dan organisasi untuk menyampaikan sosialisasi ini. Pencegahan pernikahan anak memang perlu dilakukan bersama-sama dengan berbagai pihak,” ujar Syafliansyah, Rabu (4/11/2026).
Ia mengungkapkan, pihak DP3A juga masih menerima permintaan asesmen, terhadap anak-anak yang telah menikah pada usia muda. Dalam penanganannya, DP3A melakukan pembinaan dengan melibatkan psikolog untuk mengetahui kondisi serta kesiapan anak dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Syafliansyah berharap anak-anak dapat lebih mengutamakan pendidikan, menyelesaikan sekolah, hingga melanjutkan ke perguruan tinggi sebelum memutuskan untuk menikah.
"Ya untuk masa kini, pada usia muda sebaiknya dimanfaatkan untuk mempersiapkan masa depan dengan lebih matang," tuturnya.
Selain sosialisasi, DP3A Kukar juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dan keluarga dalam mengawasi serta melindungi anak. Pengawasan bersama perlu diperkuat untuk mencegah berbagai persoalan yang mengancam keselamatan anak, termasuk yang melibatkan orang-orang terdekat.
“Harapan saya, anak-anak tidak menikah di usia dini. Lebih baik sekolah dengan baik, melanjutkan kuliah, dan mempersiapkan diri di masa depan," tutup Syafliansyah. (ADV/SLR/Kukar)
Penulis: Farid
Editor: Awan

