Kutai Kartanegara

Musabaqoh Tilawatil Quran Kalifah Berprestasi Diskominfo Kukar MTQ Kaltim  MTQ Tingkat Provinsi  Kukar Juara MTQ 

Kukar Mulai Siapkan Strategi Untuk MTQ ke-45 Tingkat Provinsi Kaltim



Ketua LPTQ Kukar, Sunggono.
Ketua LPTQ Kukar, Sunggono.

SELASAR.CO, Tenggarong - Piala Bergilir Juara Umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil diraih Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) enam kali berturut-turut. Namun, peraihan itu tidak membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) merasa puas.

Pemkab Kukar melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar bakal segera melakukan evaluasi dan menyusun strategi baru untuk menyambut MTQ ke-45 tingkat Provinsi Kaltim tahun 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua LPTQ Kukar, Sunggono belum lama ini. Ketua LPTQ Kukar yang juga selaku Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar ini mengatakan akan menyiapkan sejumlah strategi awal dan memetakannya sesegera mungkin.

“Strateginya kita simpan dulu, kita keep dulu, tapi di antaranya kami sudah petakan dari 30 jenis lomba yang kami ikuti,” ujar Sunggono.

“Kita yang kekurangan sekarang hadis. Hadis bahasa arab, hadis bahasa inggris kurang. Ini kemarin sudah kita sepakati, mungkin akan kita jaring lewat ponpes atau kita titipkan di ponpes tertentu,” sambungnya.

Sunggono juga menceritakan terkait persiapan untuk MTQ ke-44 di Balikpapan lalu. Menurutnya, ada beberapa bidang lomba yang hasilnya di luar dari target. Salah satunya kaligrafi. tadinya, pihaknya optimis bisa memenangkan beberapa piala dari bidang lomba ini, namun hasilnya berbeda dan di luar prediksi.

Kafilah Kukar hanya berhasil mendapatkan satu piala.

Pada bidang kaligrafi, LPTQ Kukar mendatangkan pelatih dari Lembaga Kaligrafi Alquran atau Lemka, untuk benar-benar mengasah dan memastikan kemampuan kafilah Kukar.

“Untuk kaligrafi sampai mau lomba kita masih mendatangkan orang dari Lemka. Sebagian besar tetap sesuai dengan prediksi. Ini juga menjadi koreksi kami, dan kami punya catatan sendiri, ada tim kecil yang mengevaluasi,” ungkapnya.

Dulunya, bidang-bidang qiraah dan tartil di Kukar masih terbilang belum maksimal. Namun, setelah dilakukan konsultasi dengan ahli dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) di Jakarta, akhirnya perlahan kekurangan itu mulai diperbaiki.

Penulis: Juliansyah
Editor: Awan

Berita Lainnya