Utama
Perusahaan Tambang Kaltim tambang kaltim mirni dpd ri csr tambang kaltim 
Takjil Saja Tak Cukup, Aji Mirni Desak CSR Tambang Prioritaskan Pendidikan
SELASAR.CO, Samarinda – Pembagian takjil gratis oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang turut melibatkan sejumlah perusahaan tambang mendapat sorotan dari Anggota DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Aji Mirni Mawarni. Ia menilai kontribusi perusahaan tambang kepada masyarakat seharusnya tidak berhenti pada kegiatan sosial sesaat.
Menurut Aji Mirni, perusahaan tambang semestinya dapat memberikan kontribusi yang lebih berdampak bagi masyarakat, terutama melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan.
“Perusahaan tambang tidak hanya cukup berbagi takjil, tetapi juga perlu memikirkan bagaimana membantu pendidikan anak-anak di daerah, terutama di wilayah sekitar operasional mereka,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Ia menyoroti masih minimnya keterlibatan perusahaan tambang dalam mendukung pembiayaan pendidikan bagi anak-anak di wilayah pelosok Kalimantan Timur. Menurutnya, potensi dana CSR di sektor pertambangan sebenarnya cukup besar untuk membantu meningkatkan akses pendidikan masyarakat desa.
Berita Terkait
Aji Mirni mengungkapkan pengalamannya saat melakukan kunjungan ke wilayah Sedulang. Dalam perjalanan tersebut, ia melewati sejumlah perusahaan tambang, namun tidak menemukan program CSR yang secara khusus menyasar bantuan pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.
“Kalau pemerintah daerah bisa menetapkan kewajiban bagi perusahaan untuk membiayai pendidikan satu sampai dua anak di setiap desa, terutama mulai jenjang SMA, ini akan sangat membantu,” katanya.
Ia menilai program beasiswa yang telah disediakan pemerintah, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), memang membantu masyarakat. Namun bantuan tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menanggung seluruh kebutuhan pendidikan siswa, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil.
Selain faktor ekonomi, Aji Mirni juga menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Ia menilai kondisi tersebut tidak lepas dari pola pikir orang tua di beberapa wilayah.
Karena itu, ia mendorong perusahaan tambang agar secara rutin mengalokasikan dana CSR untuk membiayai pendidikan anak-anak di desa sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Setiap tahun perusahaan bisa membantu satu sampai tiga anak dari desa sekitar tambang untuk melanjutkan pendidikan. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi pendidikan harus menjadi prioritas karena menentukan masa depan generasi daerah,” ujarnya.
Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

