Utama

Gubernur Mas'ud  Persatuan Wartawan Rudy Mas'ud  Gubernur Kaltim Gubernur Kalimantan Timur Persatuan Wartawan Indonesia PWI Kaltim 

Suhu Politik Kaltim Menghangat, Kabarnya Gubernur Mas'ud akan Kunjungi Persatuan Wartawan



Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Istimewa).
Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Istimewa).

SELASAR.CO, Samarinda - Suhu politik di Kaltim menghangat, menyusul rencana aksi demonstrasi bertajuk “Lengserkan Gubernur” yang akan digelar pada 21 April mendatang. Aksi tersebut diinisiasi Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Di tengah dinamika tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur menegaskan posisinya tetap terbuka bagi semua pihak, namun tidak akan berpihak dalam kepentingan politik tertentu.

Dalam rapat internal yang digelar di Sekretariat PWI Kaltim di Samarinda, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menegaskan bahwa pihaknya memberikan ruang bagi pimpinan daerah, tokoh politik, maupun masyarakat untuk berdiskusi.

“Silakan saja datang dan berdiskusi, tetapi PWI tetap berdiri di garis netral,” ucap pria yang disapa Rachman tersebut.

Rapat tersebut diketahui membahas rencana kunjungan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud ke Gedung PWI Kaltim di Jalan Biola No 8 kota Samarinda. Jika agenda itu berjalan, PWI akan mengundang semua asosiasi pers yang ada di Kalimantan Timur.

Pengurus PWI, Duito Susanto, menyatakan pihaknya membuka ruang komunikasi, namun menolak segala bentuk upaya menggiring organisasi ke kepentingan tertentu. Bahkan dirinya akan mengungdang seluruh anggota dan wartawan senior untuk hadir dalam pertemuan tersebut.

“Kita membolehkan apa saja, tapi poin pentingnya adalah tidak menggiring PWI, apalagi mencoba mengkondisikan PWI Kaltim untuk kepentingan tertentu,” ujar Duito.

Sikap serupa disampaikan pengurus lainnya, Dirhan, yang mengingatkan pentingnya menjaga independensi organisasi dari pengaruh politik praktis.

Sementara itu, Sekretaris Umum PWI Kaltim, Said Sahab, menegaskan kembali posisi PWI sebagai organisasi yang inklusif namun tetap waspada.

"Pokoknya kita tidak menolak siapapun yang ingin bertandang ke PWI. Kita terbuka untuk komunikasi dengan siapa saja," kata Sahab.

Diketahui sebelumnya, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim berencana menggelar aksi unjuk rasa pada 21 April 2026. Koordinator Aliansi, Erly Sopiansyah, mengatakan persiapan aksi terus dimatangkan. Sejumlah posko telah didirikan sebagai pusat koordinasi sekaligus mobilisasi massa.

“Persiapan sudah berjalan. Kami telah mendirikan posko dan terus menggalang kekuatan karena ini adalah perjuangan masyarakat,” ujar Erly, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, rencana aksi tersebut merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak kepada publik. Ia menilai sejumlah keputusan justru memicu polemik di tengah masyarakat.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by SELASAR.CO (@selasarmedia)

Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

Berita Lainnya