Utama
koni kaltim koni terger prestasi koni 
KONI Kaltim Bidik Tiga Besar PON 2028, Siapkan Roadmap Pembinaan dan Gandeng Swasta
SELASAR.CO, Samarinda - Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur periode 2026–2030 resmi dilantik. Di bawah kepemimpinan Anderiy Syachrum, KONI Kaltim langsung memasang target ambisius, yakni membawa Benua Etam kembali menembus tiga besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Anderiy menegaskan, pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi titik awal untuk membangun kembali prestasi olahraga Kalimantan Timur setelah posisi Kaltim turun ke peringkat delapan pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara.
"Pelantikan hari ini adalah garis start menuju PON 2028. Mulai besok seluruh energi kepengurusan akan difokuskan untuk mempersiapkan Kalimantan Timur menghadapi PON 2028," katanya.
Langkah pertama yang akan dilakukan adalah mengevaluasi seluruh cabang olahraga guna memetakan potensi atlet dan cabang unggulan yang berpeluang menyumbang medali.
Berita Terkait
Hasil evaluasi itu kemudian menjadi dasar penyusunan roadmap pembinaan olahraga hingga 2028. Program tersebut mencakup penguatan pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, pemanfaatan sport science, penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan, hingga pendampingan fisik, psikologi, gizi, dan medis bagi atlet.
Selain pembinaan, Anderiy mengungkapkan pihaknya akan mencari sumber pendanaan baru agar pembinaan olahraga tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, KONI Kaltim telah menyampaikan rencana tersebut kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud dan mendapat respons positif.
"Kami ingin menggandeng perusahaan-perusahaan swasta, sehingga pembinaan olahraga tidak hanya bergantung pada APBD. Alhamdulillah, Pak Gubernur menyambut baik dan akan memfasilitasi pertemuan dengan pihak swasta," ujarnya.
Ia menilai kolaborasi dengan dunia usaha menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat pembinaan atlet menuju PON 2028.
Di sisi lain, Anderiy menegaskan peningkatan prestasi tidak mungkin dicapai hanya oleh KONI. Karena itu, pihaknya akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, KONI kabupaten/kota, pengurus cabang olahraga, perguruan tinggi, hingga sektor swasta.
"Prestasi olahraga tidak mungkin lahir kalau kita berjalan sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama," katanya.
Anderiy juga mengaku memiliki motivasi pribadi untuk membenahi pembinaan atlet di Kalimantan Timur. Pengalaman saat masih menjadi atlet pelajar menjadi alasan dirinya menerima amanah memimpin KONI Kaltim.
Ia menceritakan, ketika mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Wilayah di Kalimantan Selatan, dirinya bersama atlet lain harus menginap di pondok pesantren dengan fasilitas yang terbatas. Kondisi serupa juga dialami saat berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Nasional di Semarang, ketika para atlet hanya mendapat satu stel seragam pertandingan sehingga harus membeli perlengkapan tambahan secara mandiri.
"Pengalaman itulah yang membuat saya ingin atlet-atlet Kalimantan Timur ke depan mendapatkan pembinaan dan fasilitas yang lebih baik," tuturnya.
Anderiy mengatakan kepengurusan periode 2026–2030 berkomitmen menjalankan organisasi secara profesional, transparan, dan akuntabel, dengan fokus utama menciptakan sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Ia berharap seluruh program yang disiapkan dapat mengembalikan Kalimantan Timur sebagai salah satu kekuatan olahraga nasional sekaligus mewujudkan target finis di tiga besar pada PON 2028.
Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

