Utama

Mudik lebaran di apr pranoto samarinda apt pranoto samarinda Mudik Samarinda mudik kaltim 

Lonjakan Penumpang di APT Pranoto: 1.417 Orang Berangkat pada H-5 Lebaran



Bandara APT Pranoto Samarinda. Foto: Selasar/Boy
Bandara APT Pranoto Samarinda. Foto: Selasar/Boy

SELASAR.CO, Samarinda – Jumlah penumpang di Bandara APT Pranoto Samarinda mengalami peningkatan signifikan menjelang arus mudik tahun ini. Pada H-5, jumlah penumpang yang berangkat tercatat naik sekitar 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Bandara APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, menyebutkan pada H-5 tahun 2025 jumlah penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 1.029 orang. Sementara pada periode yang sama tahun ini, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 1.417 orang.

“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, kenaikannya cukup signifikan, sekitar 38 persen,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Ia mengatakan, kondisi di lapangan menunjukkan hampir seluruh rute penerbangan dari Samarinda dalam kondisi penuh. Rute yang paling diminati penumpang saat ini adalah Samarinda–Jakarta.

Rute tersebut dilayani oleh sejumlah maskapai, yakni Citilink dan Garuda Indonesia masing-masing satu penerbangan, serta Batik Air dengan dua penerbangan setiap hari, sehingga total terdapat empat penerbangan menuju Jakarta.

Selain itu, rute Samarinda–Surabaya juga cukup diminati. Rute ini dilayani oleh Super Air Jet dan Citilink dengan total tiga penerbangan per hari.

Adapun rute lain yang saat ini dilayani dari Bandara APT Pranoto meliputi Samarinda–Yogyakarta dengan frekuensi empat kali dalam sepekan, Samarinda–Berau, serta Samarinda–Banjarmasin menggunakan pesawat ATR.

Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang, hingga saat ini belum ada penambahan penerbangan tambahan (extra flight) dari maskapai.

Selama tiga hari sejak dibukanya posko mudik, total pergerakan penumpang datang dan berangkat diperkirakan telah mencapai sekitar 7.000 orang.

Terkait puncak arus mudik, pihak bandara menyebutkan masih sulit dipastikan. Hal itu dipengaruhi pola kerja fleksibel seperti work from anywhere (WFA) serta kebijakan cuti yang lebih longgar.

“Kalau melihat kondisi kemarin yang sudah penuh, kemungkinan puncaknya bisa terjadi sekitar tanggal 18,” katanya.

Selain itu, pihak bandara juga memastikan selama periode posko mudik belum terjadi pengalihan penerbangan akibat faktor cuaca. Sebelumnya memang pernah terjadi pesawat yang menuju Samarinda dialihkan ke Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan karena cuaca buruk.

Menurutnya, fenomena cuaca di Samarinda umumnya terjadi pada pagi hari berupa kabut tebal. Kondisi tersebut biasanya mulai membaik setelah pukul 08.00 WITA.

“Biasanya penerbangan pertama dari Surabaya yang paling berpotensi terdampak. Kalau tidak bisa mendarat, pesawat biasanya dialihkan ke Balikpapan sambil menunggu cuaca membaik,” jelasnya.

Sementara dari sisi operasional, pihak bandara memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan seperti hari biasa. Namun maskapai diingatkan untuk menyiapkan personel lebih optimal karena tingkat keterisian penumpang (load factor) yang tinggi.

 

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya