Nasional
teddy sindir mantan wamenlu hanya 3 bulan menjabat 
Teddy Sebut Dino Patti Djalal Hanya 3 Bulan Jadi Wamenlu, Anies Baswedan: Dia Bukan Pejabat Karbitan
SELASAR.CO, Jakarta – Media sosial hari ini diramaikan respons Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atas kritik yang disampaikan oleh Dino Patti Djalal terkait kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri. Dalam responsnya, Teddy menyisipkan sindiran terkait singkatnya masa jabatan Dino di birokrasi masa lalu sembari membeberkan sejumlah efisiensi anggaran istana.
"Terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," ujar Teddy merujuk pada masa jabatan Dino yang berlangsung singkat pada Juli hingga Oktober 2014.
Sementara beberapa waktu kemudian, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menulis utas di Thread terkait sosok Dino Patti Djalal. Menurut Anies, Dino adalah sosok diplomat dengan rekam jejak panjang dan kontribusi nyata bagi politik luar negeri Indonesia.
Anies menceritakan pengalamannya mengenal Dino sejak masa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat itu, ia mendengar kabar tentang seorang diplomat muda Indonesia yang berani tampil di forum internasional BBC World Debate, berhadapan langsung dengan diplomat senior José Ramos-Horta. “Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: Dino Patti Djalal,” ujar Anies.
Pertemuan langsung antara keduanya terjadi beberapa tahun kemudian, ketika Anies menempuh program doktoral di Illinois, Amerika Serikat. Dino saat itu datang ke Chicago untuk menjelaskan kondisi mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca peristiwa 9/11. “Yang kami temui adalah diplomat muda yang cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dengan ketenangan diplomatik yang sulit ditiru,” kenang Anies.
Karier Dino semakin menonjol ketika menjabat Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pada 2012. Ia menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari berbagai belahan dunia. Anies termasuk salah satu tokoh yang diundang dalam forum tersebut. Tidak berhenti di situ, Dino kemudian mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), komunitas kebijakan luar negeri yang kini menjadi salah satu yang terbesar dan berpengaruh di tanah air.
Di akhir utasnya, Anies menyebut bahwa Dino bukan diplomat karbitan, bukan pula pejabat karbitan.
“Dino menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat,” tegas Anies.
Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

