Lingkungan
Ecobrick  Pengelolaan Sampah  DLH Bulungan 
DLH Bulungan Ubah Sampah Plastik Jadi Ecobrick, Warga Bisa Dapat Rp20 Ribu per Kilogram
SELASAR.CO, Bulungan – Sampah plastik yang selama ini dianggap sebagai limbah mulai didorong menjadi sumber nilai ekonomi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan. Salah satunya melalui program pembelian ecobrick yang melibatkan masyarakat.
Program tersebut telah dijalankan DLH Bulungan sejak 2023. Masyarakat dapat mengumpulkan sampah plastik yang memenuhi ketentuan untuk kemudian dijual kepada DLH dengan harga Rp20.000 per kilogram.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Bulungan, Indah Sriwati, mengatakan pembelian ecobrick merupakan salah satu upaya mendorong masyarakat agar tidak langsung membuang sampah plastik.
“Untuk ecobrick, sebenarnya DLH dari tahun 2023 kami sudah beli dari warga. Masnya jual sama kami, kami yang beli, kami bayar. Satu kilonya Rp20.000,” kata Indah, Senin (24/8/2026).
Berita Terkait
Ecobrick dibuat dengan memanfaatkan sampah plastik yang telah dibersihkan dan dikeringkan. Plastik kemudian dipotong kecil-kecil sebelum dimasukkan ke dalam botol atau wadah dan dipadatkan hingga tidak menyisakan banyak ruang kosong.
Indah menekankan, kebersihan dan kondisi plastik menjadi bagian penting dalam proses pembuatan ecobrick. Semakin kecil potongan plastik, semakin mudah material tersebut dipadatkan.
“Semakin kecil guntingannya semakin padat supaya tidak ada rongga,” jelasnya.
Setelah terkumpul, ecobrick tidak hanya berfungsi sebagai upaya mengurangi sampah plastik, tetapi juga dapat digunakan sebagai material untuk berbagai kebutuhan. Di antaranya batako, bagian dinding, kursi hingga material untuk jalan.
Menurut Indah, pemanfaatan ecobrick juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan material pembangunan dengan keterbatasan anggaran.
“Bisa jadi batako jalan, atau rumah, dindingnya. Ada warga yang ekonomi ke bawah mau dibantu, sementara budget dari RW atau RT kurang, bisa dari ini,” ujarnya.
Pemanfaatan ecobrick tersebut telah diterapkan di sejumlah lokasi, seperti SMK 2 D3 Tanjung Selor, Bank Sampah DLH Bulungan, serta TPS 3R Desa Bumi Rahayu.
“Di SMK 2 D3 Tanjung Selor, Bank Sampah kami juga ada, di TPS 3R Desa Bumi Rahayu juga ada, sudah pakai ini,” katanya.
DLH Bulungan menilai pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick dapat memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan, masyarakat juga memiliki peluang memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang sebelumnya tidak bernilai.
DLH Bulungan pun mendorong masyarakat, termasuk pelaku usaha, untuk mulai memilah sampah sejak dari sumber. Sampah plastik yang dipisahkan dan dikelola dengan baik diharapkan dapat kembali dimanfaatkan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

