Ragam
Proyek Karbon Biru M4CR Karbon Biru M4CR Proyek M4CR  Karbon Biru Mangrove for Coastal Resilience DLH Bulungan 
Bulungan Dukung Proyek Karbon Biru M4CR, Siap Jadi Percontohan Internasional Pertama di Indonesia
SELASAR.CO, Tanjung Selor - Pemerintah Kabupaten Bulungan menegaskan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan Proyek Karbon Biru Mangrove for Coastal Resilience (M4CR), yang diproyeksikan menjadi proyek karbon biru berskala internasional pertama di Indonesia. Proyek berbasis konservasi mangrove itu menjadi bagian dari upaya menekan emisi gas rumah kaca sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan karbon dunia.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Bulungan Kilat usai mengikuti Rapat Koordinasi Penyiapan Proyek M4CR di Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Selasa (14/7). Rapat dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, dan dihadiri Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang.
Pertemuan tersebut membahas percepatan penyelesaian aspek administrasi, teknis, dan kelembagaan agar proyek dapat berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Dalam paparannya, Nani Hendiarti menjelaskan proyek M4CR mencakup kawasan mangrove seluas 53.781 hektare yang berada di wilayah Perhutanan Sosial dan Area Penggunaan Lain (APL) di pesisir Kalimantan Utara. Kawasan tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 170 ribu ton karbon dioksida ekuivalen (CO₂e) setiap tahun selama masa komitmen 35 tahun.
Berita Terkait
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulungan menyatakan siap mempercepat pemenuhan seluruh persyaratan administrasi dan teknis melalui koordinasi lintas perangkat daerah.
"Apabila seluruh tahapan sesuai peta jalan dapat diselesaikan, termasuk finalisasi Project Design Document (PDD) pada Agustus mendatang, proyek karbon biru perintis ini ditargetkan dapat diumumkan kepada dunia pada ajang Conference of the Parties (COP) ke-31 sebagai bentuk nyata kontribusi Indonesia dalam penanganan perubahan iklim global," ujar Kilat.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar setiap tahapan penyusunan dokumen maupun persyaratan proyek dapat diselesaikan tepat waktu.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di wilayahnya, termasuk Kabupaten Bulungan, bekerja lebih cepat menyelesaikan berbagai persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung target nasional dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar karbon global melalui pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan.
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

