PPU

Bupati Mudyat Noor  Bupati PPU Pemkab PPU  Mudyat Noor   KTNA Nasional 

Bupati Mudyat Noor Bawa Aspirasi Pertanian PPU ke Rembug Paripurna KTNA Nasional di Batu



Bupati PPU, Mudyat Noor menghadiri Rembug KTNA. (Humas)
Bupati PPU, Mudyat Noor menghadiri Rembug KTNA. (Humas)

SELASAR.CO, Malang – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menghadiri Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026 di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Forum tersebut menjadi ruang pertemuan petani dan nelayan dari berbagai daerah untuk membahas tantangan serta arah pengembangan sektor pangan nasional.

Mudyat hadir bersama Ketua Komisi II DPRD PPU Tohirun, anggota DPRD PPU yang membidangi pertanian Sujiati, serta sejumlah pengurus KTNA PPU.

Menurut Mudyat, forum nasional tersebut penting bagi daerah untuk bertukar pengalaman sekaligus menyerap berbagai gagasan dari pelaku sektor pertanian dan perikanan.

“Rembug ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, bertukar pengalaman dan menyerap berbagai gagasan dari petani serta nelayan di seluruh Indonesia, termasuk PPU. Ini penting untuk mendorong sektor pertanian dan pangan semakin maju,” kata Mudyat seusai kegiatan.

Ia berharap hasil pembahasan dalam Rembug Paripurna KTNA Nasional dapat memberikan manfaat bagi PPU, terutama dalam peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan kesejahteraan petani dan nelayan. Bagi Pemkab PPU, keikutsertaan dalam forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan mempelajari pengalaman daerah lain dalam mengembangkan sektor pertanian dan perikanan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dalam pembukaan kegiatan, Suwandi menyebut produksi beras nasional mengalami peningkatan sekitar 4 juta ton atau 12 persen. Selain beras, pemerintah juga mencatat perkembangan produksi pada delapan komoditas strategis lainnya yang disebut berkontribusi terhadap pengurangan ketergantungan impor.

“Tidak hanya padi, pencapaian swasembada ini juga mencakup delapan komoditas strategis lainnya yang telah dipidatokan oleh Presiden dalam sidang kenegaraan di DPR,” ujar Suwandi di hadapan peserta.

Ia juga menyebut pertumbuhan produksi tersebut turut berdampak pada sektor pertanian. PDB sektor pertanian disebut mencapai pertumbuhan 5,7 persen, sedangkan Nilai Tukar Petani (NTP) pangan berada pada level 124 pada 2025.

"Pemerintah juga melakukan sejumlah intervensi melalui regulasi, penataan pupuk bersubsidi, hingga pengawasan tata niaga untuk memperkuat posisi petani dalam rantai perdagangan," jelasnya.

Ketua Umum KTNA Nasional HM Yadi Sofyan Noor mengatakan Rembug Paripurna merupakan agenda lima tahunan sekaligus forum musyawarah tertinggi KTNA. Forum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan menyusun berbagai rumusan terkait penguatan peran KTNA.

Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 digelar di Kota Batu dengan tema “Bersama KTNA Maju Sejahtera Wujudkan Swasembada Pangan”. Kegiatan diikuti lebih dari 2.000 peserta yang terdiri dari petani, nelayan, pekebun, peternak, pelaku usaha pertanian, serta pengurus KTNA dari berbagai daerah.

Selain agenda organisasi, kegiatan juga dirangkai dengan expo pertanian dan pengenalan potensi pertanian serta agrowisata Kota Batu dan Malang Raya. (ADV/DiskominfoPPU)

Penulis: Nelly
Editor: Awan

Berita Lainnya