PPU
Disdukcapil PPU Pemkab PPU Aktivasi IKD  Identitas Kependudukan Digital 
Disdukcapil PPU Jemput Bola ke Pesisir, Aktivasi IKD Digenjot hingga 40 Persen
SELASAR.CO, Penajam Paser Utara – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperluas pelayanan administrasi kependudukan melalui program jemput bola. Kali ini, pelayanan menyasar masyarakat di kawasan pesisir, yakni Kelurahan Jenebora, Gersik, dan Pantai Lango, Kamis (17/9/2026).
Salah satu layanan yang menjadi fokus dalam kegiatan tersebut ialah aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Program ini didorong sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan data kependudukan digital, termasuk untuk mendukung digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Melalui IKD, masyarakat dapat mengakses identitas dan sejumlah informasi kependudukan melalui telepon seluler. Digitalisasi tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan administrasi sekaligus membantu menciptakan pengelolaan data kependudukan yang lebih terintegrasi.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil PPU, Andi Bachtiar Latief, mengatakan percepatan aktivasi IKD dilakukan dengan memperluas jangkauan pelayanan hingga desa dan kelurahan.
Berita Terkait
.jpeg)
“Percepatan kepemilikan identitas kependudukan digital bukan sekadar mengejar target administratif. Data kependudukan digital nantinya menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung validasi data penerima manfaat program perlindungan sosial,” ujarnya.
Andi menyebutkan, tingkat aktivasi IKD di PPU saat ini berada di kisaran 20 persen. Disdukcapil menargetkan angka tersebut dapat meningkat hingga 40 persen sepanjang 2026. Menurutnya, pelayanan jemput bola menjadi salah satu cara untuk mengejar target tersebut sekaligus mengatasi kendala akses masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan. Layanan tersebut dilakukan secara rutin setiap pekan dengan mendatangi desa dan kelurahan. Antusiasme masyarakat, terutama di wilayah pedesaan, disebut cukup tinggi.
“Setiap pekan kita melaksanakan layanan jemput bola administrasi kependudukan, salah satunya aktivasi IKD. Respons masyarakat di wilayah pedesaan cukup tinggi. Rata-rata 150 hingga 300 pemohon datang ke posko pelayanan di setiap desa atau kelurahan,” kata Andi.
Pelayanan yang diberikan tidak terbatas pada aktivasi IKD. Masyarakat juga dapat mengurus perekaman KTP elektronik (KTP-el), akta kelahiran, hingga penerbitan akta kematian melalui layanan tersebut.
Perluasan pelayanan hingga wilayah pesisir dan pedesaan dinilai penting agar pengurusan dokumen kependudukan tidak menjadi beban bagi masyarakat yang harus mendatangi pusat pelayanan.
Andi mengatakan kehadiran petugas secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat mempercepat
pemenuhan dokumen administrasi kependudukan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya identitas digital.
“Harapannya, masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan administrasi kependudukan, sekaligus semakin sadar pentingnya memiliki dan memanfaatkan dokumen kependudukan secara digital,” pungkasnya.
Penulis: Nelly
Editor: Awan

