PPU

Pemkab PPU APSAI PPU Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia 

APSAI PPU Gandeng Perusahaan Penuhi Hak Anak, Fokus Awal pada Penguatan Organisasi



Kepala DKP3A PPU, Jansje Grace Makisurat bersama jajaran APSAI PPU. (Selasar.co)
Kepala DKP3A PPU, Jansje Grace Makisurat bersama jajaran APSAI PPU. (Selasar.co)

SELASAR.CO, Penajam Paser Utara— Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan mendorong keterlibatan perusahaan dalam pemenuhan hak anak, baik di lingkungan kerja maupun keluarga pekerja.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU, Jansje Grace Makisurat, mengatakan pihaknya akan mendampingi APSAI dalam menyusun program dan regulasi setelah kepengurusan terbentuk. Terdapat 16 perusahaan yang telah bergabung pada tahap awal. Jumlah tersebut diharapkan bertambah dengan melibatkan perusahaan lain di PPU.

“Harapan kami tambah hari tambah banyak yang bergabung,” ungkapnya, Senin (14/09/2026).

Grace menyebut pemenuhan hak anak di lingkungan perusahaan dapat diwujudkan melalui penyediaan fasilitas yang mendukung kebutuhan anak. Di antaranya tempat penitipan anak dan ruang bermain anak di lingkungan perkantoran atau perusahaan. Selain itu, perusahaan juga didorong memastikan tidak terdapat pekerja anak dalam aktivitas usaha.

“Nanti sama-sama kita akan menetapkan program prioritas dan program lanjutannya seperti apa. Tapi kita akan konsen untuk perkantoran dan perusahaan, seperti tempat bermain anak, tempat penitipan anak dan yang jelas tidak ada pekerja anak di perusahaan itu,” ujarnya.

Ia mengatakan komposisi awal APSAI PPU saat ini cukup banyak berasal dari sektor perbankan. Sementara perusahaan dari sektor lain, termasuk perkebunan kelapa sawit, pertambangan dan sektor dengan risiko lingkungan tinggi, masih akan didorong untuk bergabung. Grace menargetkan perluasan keanggotaan tersebut dilakukan dalam waktu dekat dan ditargetkan mulai terealisasi tahun ini.

“Dalam waktu dekat. Tahun ini,” katanya.

Selain pemenuhan hak anak di lingkungan perusahaan, isu stunting dan kekerasan terhadap anak juga dinilai relevan untuk menjadi bagian dari program APSAI. Grace mengatakan data anak yang berisiko stunting tersedia di DP3AP2KB sehingga dapat menjadi salah satu dasar intervensi.

Namun, ia menilai program pencegahan risiko stunting belum dapat langsung ditetapkan sebagai prioritas utama APSAI karena masih perlu dibahas bersama pengurus. Terlebih, saat ini intervensi terhadap anak berisiko stunting juga telah dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Yang kita intervensi kan risiko stunting. Sekarang beberapa SPPG di wilayah Kabupaten PPU itu sudah memberi makan kepada yang berisiko stunting,” jelasnya.

Menurutnya, perusahaan yang tergabung dalam Forum TJSL PPU juga diharapkan menjadi bagian dari APSAI dan mengambil peran dalam program perlindungan serta pemenuhan hak anak. Penguatan organisasi tersebut dilakukan seiring dengan proses penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) PPU. Grace mengatakan tim verifikasi dari pemerintah pusat dijadwalkan turun pada akhir September 2026. Ia menyebut pembentukan dan pengukuhan APSAI menjadi salah satu pekerjaan yang perlu dituntaskan dalam proses penilaian tersebut.

“Kami terdesak oleh waktu penilaian Kabupaten Layak Anak. Di akhir bulan ini tim verifikasi akan turun. Kami bersyukur sekali hari ini bisa terlaksana, setidaknya satu PR besar bisa kita penuhi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua APSAI sekaligus Ketua Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL) PPU, Abdul Rasyid, mengatakan APSAI akan menjadi wadah bagi perusahaan untuk mengambil bagian dalam program pemerintah yang berkaitan dengan persoalan anak.

Ia menyebut sejumlah isu seperti stunting dan kekerasan terhadap anak akan menjadi sasaran program APSAI. Namun, untuk tahap awal, organisasi akan lebih dahulu melakukan pembenahan internal dan memperluas keterlibatan perusahaan.

“Untuk tahun ini fokus kita bukan ke program itu dulu. Kita ingin restrukturisasi organisasi dulu, jadi perbaikan organisasi dulu, kemudian meng-guide beberapa perusahaan yang hari ini belum sempat hadir,” pungkasnya. (ADV/DiskominfoPPU)

Penulis: Nelly
Editor: Awan

Berita Lainnya