Utama

nakes rsud aws demo rsud aws dirut rsud aws diganti 

Usai Aksi Menuntut Pembayaran TPP, Tiba-tiba Plt Dirut RSUD AWS Dicopot dan Pegawai Diduga Dapat SP



Aksi damai nakes RSUD AWS Samarinda pada Selasa (8/9/2026). (IST)
Aksi damai nakes RSUD AWS Samarinda pada Selasa (8/9/2026). (IST)

SELASAR.CO, Samarinda - Sejumlah pegawai dan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda menggelar aksi unjuk rasa di halaman rumah sakit pada Selasa (8/9/2026). Aksi tersebut dipicu keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menunggak sejak Juni hingga September 2026.

Namun, setelah aksi penyampaian aspirasi tersebut, para pegawai diduga mengalami intimidasi dari oknum pejabat internal dan eksternal. Berdasarkan informasi yang dihimpun Selasar, intimidasi tersebut bahkan berupa surat peringatan (SP) serta mengarah pada ancaman pencabutan Surat Keputusan (SK) bagi pegawai yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) jika kembali melakukan unjuk rasa.

Media ini menerima broadcast di grup WhatsApp yang ditujukan kepada seluruh Kepala Ruangan dan jajaran pelayanan keperawatan. Pesan tersebut menyoroti kedatangan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) serta imbauan keras agar staf tidak kembali mengumpulkan massa.

Berikut beberapa bagian pesan tersebut:
Kita semua memahami bahwa doa bersama pada awalnya adalah niat yang baik. Namun kita juga harus berani mengakui bahwa dalam pelaksanaannya kemarin itu disertai adanya pernyataan sikap yang sekilas terlihat dinilai kurang tepat dan berpotensi tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi ASN, terlebih lagi kita bekerja adalah di institusi pelayanan publik. Inilah yg menjadi perhatian Tim TGUPP.

Maaf mulai saat ini atas amanah jabatan yang dilimpahkan kepada saya, maka dengan ini mengimbau sekaligus menegaskan kepada seluruh Kepala Ruangan dan profesi perawat unit

pelayanan Keperawatan RS AWS:
Jangan sampai kejadian pengumpulan massa atau kegiatan yang melibatkan pegawai di luar koordinasi dan izin pimpinan seperti kemaren kembali terjadi.

Bantahan Manajemen RSUD AWS

Menanggapi beredarnya pesan yang dinilai sebagai bentuk penekanan terhadap pegawai tersebut, pihak manajemen RSUD AWS memberikan klarifikasi. Humas RSUD AWS, dr. Arysia Andhina, menegaskan bahwa pesan tersebut bukan merupakan pernyataan resmi dari manajemen maupun Direktur RSUD AWS.

"Dari kata-katanya yang pasti ini bukan dari manajemen. Kalimat 'mari kita tunjukkan bahwa perawat AWS' hanya menggambarkan profesi perawat, bukan seluruh karyawan," ujar dokter yang biasa disapa Sissy ini, saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Ia meyakini bahwa tulisan tersebut merupakan pesan internal di dalam kelompok percakapan profesi tertentu dan bukan instruksi resmi pimpinan rumah sakit.

"Kemungkinan pengumuman ini hanya di grup perawat, dan saya tidak tahu siapa yang memberikan imbauan ini karena saya tidak tergabung di grup perawat. Karena tidak keluar dari Humas, dipastikan bukan dari Direktur," katanya.

Sumber Selasar menyebutkan, beberapa jam setelah aksi unjuk rasa, Plt Dirut RSUD AWS saat itu, dr. Mazniati, mengundang rapat beberapa pegawai. Para pegawai senior tersebut kemudian menerima Surat Peringatan (SP) 1.

Namun, media ini kemudian juga mendapat informasi, bahwa saat ini Mazniati sudah tidak menjabat di RSUD AWS. Posisinya digantikan oleh Ahmad Jais yang kini juga menjabat Dirut RSUD Kanujoso Djatiwibowo.

Penulis: Boy
Editor: Awan

Berita Lainnya