Utama
kabut asap samarinda kondisi kabut asap samarinda hari ini sekolah daring samarinda dinkes samarinda rekom sekolah daring 
Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat, Dinkes Samarinda Rekomendasikan Sekolah Beralih ke Pembelajaran Daring
SELASAR.CO, Samarinda — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda merekomendasikan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah dialihkan sementara ke sistem daring, menyusul memburuknya kualitas udara di Samarinda pada hari ini. Rekomendasi itu telah dibahas dalam rapat Satuan Tugas (Satgas) dan tinggal menunggu surat keputusan resmi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. Ismid Kosasih, mengatakan rekomendasi tersebut disusun berdasarkan permintaan Satgas yang meminta masukan dari sisi kesehatan atas kondisi kualitas udara belakangan ini.
"Kita ini dalam Satgas, mereka minta pendapat dari sisi kesehatan. Dasarnya kita melihat dari data DLH sama BMKG. Kualitas udara sudah sedemikian rupa, akhirnya kita mengeluarkan rekomendasi," ujar Ismid saat dihubungi Selasar pada hari ini, Rabu (16/9/2026).
Ia menjelaskan, rapat pembahasan rekomendasi tersebut sudah rampung dan surat resmi mengenai keputusan itu diperkirakan terbit dalam waktu dekat. Meski demikian, Ismid menegaskan bahwa keputusan akhir soal pelaksanaan pembelajaran daring bukan berada di tangan Dinkes, melainkan Satgas.
"Saya memberi rekomendasi, lalu rekomendasi saya itu dibahas. Sudah selesai dibahas, nanti ada keputusan apakah rekomendasi itu dijalankan atau tidak," katanya.
Menurut Ismid, kondisi udara saat ini dinilai berisiko tinggi bagi kelompok rentan, seperti bayi dan ibu hamil. Ia menyebut, berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang kondisinya fluktuatif dan tidak merata di semua lokasi, kualitas udara buruk kini telah merata di seluruh wilayah kota.
"Kemarin itu masih fluktuatif dan lokasinya tidak merata. Hari ini semua merata. Jadi rekomendasi kami, pembelajaran anak sekolah itu daring," ujarnya.
Terkait Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), Ismid menyebut angka yang tercatat sudah berada di atas kategori sedang, yakni di atas 100. Data resmi ISPU, kata dia, dikeluarkan oleh tim yang dikoordinasi oleh Wakil Ketua Satgas, Warso.
Pada pukul 16.00 WITA, grafik pemantauan sempat menunjukkan lonjakan tajam dengan angka mencapai 124, yang masuk kategori tidak sehat. Selain mengacu pada data DLH dan BMKG, Dinkes Samarinda disebut turut memiliki alat pemantauan kualitas udara sendiri yang tersebar di sejumlah Puskesmas, meski dengan tingkat kecanggihan yang lebih rendah dibanding alat milik instansi terkait lainnya.
"Kurang lebih sama, tapi tidak secanggih milik mereka. Tapi dari hasil pantauan laporan Puskesmas, kualitas udara (tidak sehat) memang sudah merata di mana-mana," kata Ismid.
Hingga berita ini diturunkan, surat resmi rekomendasi pembelajaran daring dari Satgas belum diterbitkan. Ismid menyatakan optimistis rekomendasi dari sisi kesehatan tersebut akan dijalankan.
"Kayaknya insyaallah rekomendasi kita ini akan dijalankan," pungkasnya.
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Yoghy Irfan

