Ragam

Sekolah Adiwiyata DLH Bulungan Program Adiwiyata Sekolah Kelola Sampah 

45 Sekolah Adiwiyata di Bulungan Wajib Registrasi Ulang Lewat Aplikasi SIDIA



SELASAR.CO, Bulungan – Sekolah di Kabupaten Bulungan yang mengikuti Program Adiwiyata diwajibkan melakukan pendataan dan registrasi ulang melalui Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA).

Kebijakan tersebut diberlakukan setelah adanya perubahan nomenklatur dan sistem dalam pelaksanaan Program Adiwiyata. Kondisi itu membuat sekolah yang sebelumnya telah memperoleh penghargaan Adiwiyata maupun sekolah yang baru mengikuti program harus kembali melakukan proses pendataan.

Plt Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan, Indah Sriwati, mengatakan seluruh sekolah yang ingin mengikuti program harus melakukan registrasi melalui aplikasi SIDIA.

“Dengan adanya nomenklatur yang baru, itu semuanya dimulai dari nol lagi. Jadi sekolah yang sudah atau yang belum sama sekali, yang sudah tapi harus mulai dari nol lagi, terpaksa di-register aplikasi SIDIA ini,” kata Indah.

Menurutnya, SIDIA digunakan sebagai sistem informasi sekaligus sarana pemantauan pelaksanaan Program Adiwiyata oleh kementerian.

“Ini sistem informasi Adiwiyata, yang di mana dimonitor langsung sama kementerian. Nah, itu harus mulai dari nol lagi,” ujarnya.

Sebelum sistem baru diterapkan, sebanyak 45 sekolah di Kabupaten Bulungan tercatat pernah menerima penghargaan Adiwiyata di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Namun, sekolah-sekolah tersebut tetap harus melakukan registrasi ulang apabila ingin kembali mengikuti program.

Indah menegaskan, Program Adiwiyata tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar penghargaan. Lebih dari itu, program tersebut diarahkan untuk membentuk kebiasaan dan budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.

“Lomba sebenarnya. Cuma tujuan utamanya kan bukan lombanya itu, tapi merubah perilaku anak didik kita di sekolah dan guru pun juga harus terlibat,” tegasnya.

Dalam penerapannya, sekolah dituntut memenuhi berbagai aspek kepedulian lingkungan. Salah satunya melalui pengelolaan sampah dengan membiasakan peserta didik dan guru memilah sampah organik serta anorganik.

Selain pengelolaan sampah, penerapan Adiwiyata juga menyentuh kebiasaan dan fasilitas yang tersedia di sekolah. Indah mencontohkan aturan mengenai penggunaan fasilitas sanitasi yang menjadi salah satu bagian dari penilaian.

“Dulu kita sekolah kan WC guru sama WC kita beda. Nah, di aturan ini WC guru sama WC anak didiknya harus sama. Nggak boleh, karena itu ada nilainya juga,” ungkapnya.

Sosialisasi Program Adiwiyata dan penggunaan aplikasi SIDIA di Kabupaten Bulungan berlangsung selama tiga hari, 26-28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring dan daring.

Untuk peserta luring, panitia menyiapkan sekitar 120 peserta selama tiga hari. Sementara peserta yang mengikuti kegiatan secara daring diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang.

DLH Bulungan berharap semakin banyak sekolah yang mengikuti Program Adiwiyata. Selain membangun budaya peduli lingkungan sejak dini, keterlibatan sekolah juga diharapkan membantu mengurangi timbulan sampah di Kabupaten Bulungan.

“Harapannya dengan terlibatnya sekolah ini, ini juga akan membantu mengurangi timbulan sampah yang ada di Kabupaten Bulungan,” harapnya. (**)

Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

Berita Lainnya