Ragam

DLH Bulungan SI PATUH Bulungan Hijau  SI PATUH  Bulungan Hijau  Sistem Pemantauan Tutupan Lahan 

SI PATUH Bulungan Hijau Pantau Dugaan Pembukaan Lahan Setiap Hari



SELASAR.CO, Bulungan - Pemerintah Kabupaten Bulungan memanfaatkan teknologi untuk memantau perubahan tutupan lahan melalui Sistem Pemantauan Tutupan Lahan (SI PATUH) Bulungan Hijau.

Sistem yang dikembangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan tersebut digunakan untuk mendeteksi dugaan pembukaan lahan sekaligus menjadi sumber data dalam penanganan dan rehabilitasi hutan serta lahan.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Bulungan, Kahardiansyah, mengatakan pemantauan dilakukan melalui dashboard yang diperbarui setiap hari.

“Dengan sistem pemantauan ini kita bisa melihat di mana lokasi yang terbuka. Dashboard ini memantau setiap hari, sehingga teman-teman bisa melihat adanya dugaan pembukaan di areal tertentu,” kata Kahardiansyah.

Salah satu teknologi yang digunakan dalam sistem tersebut adalah radar. Teknologi ini memungkinkan pemantauan tetap dilakukan ketika citra satelit mengalami gangguan akibat tutupan awan.

“Keunggulan dari kegiatan ini menggunakan radar. Hampir kegiatan pemantauan ini secara real-time. Kalau kita menggunakan citra, terkadang terganggu oleh awan dan sebagainya,” jelasnya.

Namun, setiap indikasi yang muncul dalam sistem tidak langsung dianggap sebagai pembukaan lahan. Informasi tersebut terlebih dahulu harus melalui proses verifikasi sebelum petugas melakukan pengecekan lapangan.

Tahap awal dilakukan dengan memantau dashboard. Ketika sistem menunjukkan angka satu, kondisi tersebut menjadi indikasi awal adanya dugaan perubahan atau pembukaan tutupan lahan di lokasi tertentu.

Petugas kemudian melakukan verifikasi melalui dashboard untuk memastikan lokasi dan areal yang mengalami perubahan. Setelah lokasi diketahui, DLH berkoordinasi dengan pemerintah setempat, termasuk pemerintah desa dan kecamatan.

Pengecekan kemudian dilakukan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Petugas dapat melakukan pengukuran, mengambil dokumentasi menggunakan drone, serta mencari tahu penyebab perubahan tutupan lahan tersebut.

“Setelah itu teman-teman melakukan kunjungan untuk memastikan terbukanya lokasi yang dimaksud di dalam dashboard dengan melakukan pengukuran, memotret lokasi dengan drone serta melihat terbuka karena apa,” ujarnya.

Hasil pengecekan lapangan selanjutnya dimasukkan kembali ke dalam sistem. Lokasi yang telah dipastikan mengalami pembukaan akan diperbarui statusnya di dashboard, termasuk informasi mengenai luasan areal.

“Setelah dari lapangan kembali membuka dashboard dan memverifikasi. Nanti otomatis di dashboard itu menjadi angka tiga, bahwa areal tersebut luasannya sekian dan sudah terverifikasi,” kata Kahardiansyah.

Menurut Kahardiansyah, pemantauan SI PATUH Bulungan Hijau telah berjalan sejak 2025. Pelaksanaannya dilakukan secara lintas sektoral dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha dan/atau kegiatan, masyarakat peduli api serta pemangku kepentingan lainnya.

“Ini adalah kegiatan lintas sektoral. Kita bisa melibatkan pemerintah desa, masyarakat peduli api, untuk melihat daerah-daerah mana yang terbuka,” katanya.

Dengan sistem tersebut, DLH Bulungan tidak hanya mengandalkan pemantauan manual, tetapi memiliki data awal yang dapat digunakan untuk menentukan lokasi yang perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti di lapangan. (**)

Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

Berita Lainnya