Kutai Kartanegara
Pemkab Kukar 
Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar Sesuaikan Bantuan Perikanan dengan Potensi Wilayah
SELASAR.CO, Kutai Kartanegara - Pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dilakukan dengan menyesuaikan bantuan terhadap potensi masing-masing wilayah.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar menyalurkan berbagai kebutuhan produksi bagi nelayan dan pembudidaya, mulai dari benih ikan hingga sarana pendukung usaha perikanan.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya DKP Kukar, Sabar Handoyo, menyebut program bantuan pada 2026 mencakup 196.149.700 ekor benih ikan nila, patin, dan lele.
DKP Kukar juga menyediakan sekitar 186 juta ekor benur, 4.734 sak pakan ikan, serta 3.411 botol probiotik.
Berita Terkait
Menurut Sabar, penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik perikanan di setiap kecamatan.
Wilayah pesisir seperti Muara Badak, Anggana, dan Samboja memiliki potensi pengembangan rumput laut dan budidaya udang. Sementara itu, kawasan tengah hingga hulu Kukar memiliki peluang pengembangan perikanan air tawar.
“Untuk kegiatan sampai saat ini sudah sekitar 60 persen pelaksanaannya. Berikutnya kita sambil menunggu karena masih ada DPA perubahan yang belum keluar,” kata Sabar, Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah daerah telah dikenal sebagai penghasil komoditas ikan air tawar. Produksi ikan nila banyak ditopang kawasan Loa Kulu dan wilayah hulu Kukar, sedangkan ikan patin antara lain dikembangkan di Muara Muntai, Muara Wis, dan Kota Bangun.
Penyesuaian bantuan berdasarkan potensi daerah diharapkan dapat membantu pembudidaya mengembangkan usaha sesuai kondisi lingkungan dan komoditas yang dibudidayakan.
Selain meningkatkan hasil produksi, DKP Kukar juga menaruh perhatian pada kualitas ikan yang dipasarkan kepada masyarakat.
Salah satu upaya yang didorong ialah penggunaan pakan dengan kandungan nutrisi yang sesuai serta menghindari bahan kimia yang dilarang dalam proses budidaya.
Lebih lanjut, Sabar menjelaskan, pakan pabrikan umumnya telah diformulasikan dengan kandungan protein, lemak, dan kadar air untuk mendukung pertumbuhan ikan. Pembudidaya juga dapat memanfaatkan probiotik sebagai pendukung pengelolaan pakan.
“Harapan kita, hasil produksi budidaya tidak mengandung bahan-bahan kimia yang tidak diperbolehkan. Pakan pabrikan yang digunakan rata-rata sudah diuji di laboratorium dan kandungannya telah disesuaikan. Kalau pembudidaya menggunakan probiotik untuk campuran pakan, itu juga bisa menjadi pilihan yang lebih baik,” ujarnya.
Di sisi lain, dirinya mewakili Kepala DKP Kukar juga menyampaikan bahwa, pihaknya akan memastikan dukungan kepada masyarakat perikanan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah meskipun terdapat penyesuaian anggaran pada 2026.
Ia mengatakan, pelaksanaan program diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, bantuan untuk nelayan dan pembudidaya tetap diupayakan, termasuk penyediaan bibit ikan, pakan, perahu, dan mesin ketinting.
“Program dinas kita masih tetap jalan. Ini arahan dari Pak Bupati, kita lebih memprioritaskan kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat. Kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat kita kurangi atau bahkan kita hilangkan,” ungkapnya.
Ia berharap tidak ada lagi pengurangan anggaran lanjutan hingga akhir tahun agar program bantuan yang telah direncanakan dapat terus berjalan dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir maupun pembudidaya ikan.
“Kita masih menyesuaikan dengan kondisi saat ini, tetapi dukungan terhadap masyarakat tetap berlangsung. Bantuan bibit, pakan, perahu, dan mesin ketinting juga masih terus berjalan. Mudah-mudahan sampai akhir tahun tidak ada lagi pengurangan,” pungkasnya. (ADV/SLR/Kukar)
Penulis: Farid
Editor: Awan

