Kutai Kartanegara

Disdikbud Kukar SDN 002 Tenggarong  Kebakaran di Tenggarong Pemkab Kukar 

SDN 002 Tenggarong Terkena Dampak Kebakaran, Kepala Disdikbud Kukar Siapkan Pembelajaran Jarak Jauh



Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. (Selasar/Farid)
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. (Selasar/Farid)

SELASAR.CO, Kutai Kartanegara - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan aktivitas pembelajaran di SDN 002 Tenggarong yang sempak terdampak kebakaran, telah kembali berjalan mulai minggu depan.

Meski kegiatan belajar mengajar dimulai kembali, pelaksanaannya tetap menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan. Faktor keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi perhatian, terutama apabila asap sisa kebakaran masih berpotensi membahayakan kesehatan.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan sekolah dapat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kondisi belum memungkinkan untuk kegiatan tatap muka.

“Senin ini sudah berjalan mereka, walaupun metodenya mungkin lihat lagi situasi dan kondisi. Kalau misalnya kondisi kita masih, asap masih cukup berbahaya, kita lakukan PJJ,” ungkapnya. Minggu (18/10/2026).

Kebijakan tersebut memberi fleksibilitas bagi sekolah dalam menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi lingkungan. Dengan demikian, kegiatan pendidikan dapat tetap berlangsung tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Heriansyah juga menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas sekolah masih dapat dimanfaatkan. Berdasarkan pendataan yang disampaikannya, tidak ada perangkat komputer yang ikut terbakar, sementara kursi-kursi sekolah masih bisa digunakan.

“Kemarin enggak ada sih alat komputer yang terbakar itu enggak ada. Yang kursinya juga masih bisa kita gunakan. Alhamdulillah,” katanya.

Selain menyesuaikan kegiatan belajar, Disdikbud Kukar memberikan kelonggaran absensi kepada guru yang terdampak kebakaran agar dapat mengurus proses pemulihan dan perbaikan.

Heriansyah mengungkapkan bahwa, terkait kerusakan bangunan sekolah akibat kebakaran diperkirakan membutuhkan biaya rehabilitasi sekitar Rp2 miliar.

"Mengenai pemulihan sarana prasaran sekolah itu sudah menjadi bagian prioritas kami dalam mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan," pungkasnya. (ADV/SLR/Kukar)

Penulis: Farid
Editor: Awan

Berita Lainnya