Utama

Mengenai Jasad Tak Utuh Diduga Yusuf, Ini Penjelasan RS AW Syahranie

Kamis, 12 Desember 2019
 

dr.Arsyia Andhina, Humas Rumah Skait Abdul Wahab Sjahranie

SELASAR.CO, Samarinda – Meski belum ada kepastian penyebab meninggalnya Yusuf, namun dugaan sementara dari pihak kepolisian Yusuf terjatuh di drainase jalan Abdul Wahab Syahrani dan terseret hingga ke drainase sistem Karang Asam Kecil di jalan Antasari II. Pihak dari Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie melalui humas dr Arysia Andhina,  menjelaskan kondisi jasad balita yang ditemukan sebagian besar tidak utuh.

Arysia mengatakan, sebagian besar jasad itu hancur kemungkinan akibat gesekan atau benturan saat terseret air. “Jadi pihak rumah sakit, kami telah memeriksa jasad balita dengan jenis kelamin laki-laki. Kami sudah melakukan pemeriksaan dan hasil pemeriksaan tersebut didapatkan adanya berupa pasir-pasir, batu-batu, dan kulit hewan reptil,” jelasnya.

Arysia juga menambahkan, pada bagian tubuh yang hilang, bukan akibat dari tindak kekerasan. “Karena jasad ini ditemukan dalam kondisi sudah hancur, jadi pada prinsipnya kenapa bagian kepala, tangan, dan telapak kaki bisa hilang, karena tulang pada anak seumuran itu masih rapuh apalagi kondisi mayat sudah terendam di air selama dua minggu atau lebih tepatnya enam belas hari,” tambahnya.

Arysia pun mengungkapkan bahwa bagian dalam tubuh manusia yang paling cepat membusuk ialah otak, hati, lambung, 12 usus halus, limpa, rahim wanita hamil atau nifas. Kendati demikian, jenazah masih bisa diidentifikasi dan hasil identifikasi sementara dipastikan jenazah itu balita berjenis kelamin laki-laki.

Sementara itu, saat jenazah berada di rumah sakit, tim dari forensik hanya melakukan pemeriksaan luar. Untuk otopsi secara mendalam tidak dilakukan, karena pihak keluarga tidak menyetujuinya.

“Untuk memastikan apakah jasad ini memang benar Yusuf, atas permintaan dari Polresta Samarinda kami telah melakukan pengambilan tes DNA kepada kedua orang tua Yusuf. Sampel DNA akan dibawa ke Jakarta dan kita tunggu hasilnya seperti apa,” pungkasnya.

 

Penulis: Mangir Titiantoro
Editor: Yoghy Irfan

ahmad-yusuf-ghazali 

Berita Lainnya