Kutai Timur

Monitor Penanganan Covid-19, LO BNPB Pusat Kunjungi Kutim



Monitor Penanganan Covid-19, LO BNPB Pusat Kunjungi Kutim
Brigjen TNI (Purn) Nanang Hariyanto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kutai Timur dalam rangka sinergitas dan monitoring Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kutai Timur.

SELASAR.CO, Sangatta - Liaison Officer (LO) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn) Nanang Hariyanto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kutai Timur dalam rangka sinergitas dan monitoring Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kutai Timur.

Diawali dengan audensi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, Sekretaris Tim Covid-19 Kutim Syafruddin memaparkan perkembangan penanganan wabah virus corona di Kutai Timur. Mulai dari pendirian posko pemeriksaan kesehatan di setiap pintu masuk, pembagian bantuan paket sembako, hingga peran perusahaan dalam membantu pemerintah dalam menangani wabah virus corona di Kutim.

“Alhamdulillah sudah banyak perusahaan di Kutim telah membantu pemerintah menangani penyebaran wabah virus corona,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Dr Bahrani Hasanal menjelaskan, hingga saat ini total yang terkonfirmasi positif di Kutim sebanyak 35 orang dan 4 orang di antaranya dinyatakan telah sembuh dan rata-rata yang terkonfirmasi didominasi klaster Gowa.

“Sementara jumlah pasien yang dirawat di RSUD Kudungga saat ini sudah mulai menurun, dari 44 pasien yang sebelumnya dirawat, kini tersisa 35 pasien. Penurunan ini seiring berkurangnya jumlah pasien yang dirawat dinyatakan negatif virus corona setelah melalui pemeriksaan polymerase chain reaction atau PCR,” terangnya.

Sementara itu, LO BNPB Brigjen TNI (Purn) Nanang Hariyanto mengaku pemaparan yang disampaikan Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Kutim, sudah menunjukkan hasil yang sangat baik dalam penanganan wabah virus corona di Kutim. Walaupun masih ada yang perlu dibenahi bersama, berupa bentuk pelaporan data dari kabupaten ke provinsi hingga ke pemerintah pusat.

“Nanti kita akan berikan format pelaporannya ke BPBD Kutim. Sehingga bisa menjadi patokan dalam pelaporan,” ucapnya.

Selain itu, menurut Brigjen TNI (Purn) Nanang Hariyanto, nantinya dalam penyampaian laporan tersebut harus memuat tiga poin penting, yakni laporan operasional berupa berapa jumlah ODP, PDP, dan OTG di Kutim.

“Kemudian yang kedua terkait pelaporan logistik, berupa barang apa saja yang diterima, baik bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, hingga bantuan dari pihak perusahaan serta bantuan tersebut disalurkan kemana,” katanya.

Ketiga adalah keberadaan laboratorium untuk uji swab virus corona. Namun, untuk sementara di Kaltim baru ada dua, yakni di Samarinda dan Balikpapan. Sementara yang sudah bisa digunakan baru di Balikpapan.

Penulis: Bonar
Editor: Awan

bnpb kunjungan-kerja penanganan-covid-19 

Berita Lainnya