Utama

Baju Seragam Sekolah Dinilai Kemahalan, Begini Penjelasan Kepala SMK 7 Samarinda



Baju Seragam Sekolah Dinilai Kemahalan, Begini Penjelasan Kepala SMK 7 Samarinda
Kepala SMK 7 Samarinda, Sitti Aisyah

SELASAR.CO, Samarinda – Kabar tidak sedap menimpa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 7 Samarinda yang terletak di Jalan Aminah Syukur, Kelurahan Sungai Pinang Luar. Gara-garanya, sejumlah orang tua calon murid baru mengeluhkan kebijakan pembelian seragam di sekolah yang dianggap terlalu mahal.

Informasi yang diterima SELASAR, orang tua calon murid diminta menebus pembayaran ke koperasi sekolah untuk seragam, atribut, hingga sepatu dan tas dengan biaya cukup fantastis.

“Untuk seragam ukuran S total nebus Rp 3,365 juta, ukuran terbesar Rp 3,9 juta,” ujar sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Terkait informasi tersebut, SELASAR mendatangi langsung SMK dimaksud untuk melakukan klarifikasi. Kepala SMK 7, Sitti Aisyah tidak menampik soal harga paket seragam sekolah yang beredar. Namun dia menegaskan, tidak ada kewajiban untuk orang tua murid untuk membeli seluruh kebutuhan seragam di koperasi sekolahnya.

“Kalau list harga tadi itu memang dari sebelum saya menjadi kepala sekolah disini. Tapi saya berani jamin pasang badan, saya menjamin tidak ada kewajiban orang tua membeli semua seragam di koperasi,” ujar Sitti ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2020).

Ia mengungkapkan penjualan seragam di koperasi sekolah merupakan salah satu cara membantu orang tua calon murid untuk mendapatkan kebutuhan sekolah anak mereka. Kendati demikan, dirinya membebaskan semisal orang tua murid mau berbelanja seragam di luar koperasi sekolah.

Memang ada beberapa seragam yang tidak ada di pasaran, karena menjadi ciri khusus dari SMK 7. Seperti baju batik, seragam jurusan, dan baju olah raga. Namun begitu, Sitti menegaskan pihaknya memberi keringanan kepada wali murid jika ingin membayar dengan angsuran.

“Bahkan kita bolehkan untuk dicicil, silakan monggo siapa yang mau,” lanjut Sitti.

Ia melanjutkan, sejauh ini dirinya belum menerima komplain dari orang tua calon murid yang keberatan soal harga seragam yang ada di koperasi sekolah. Karena memang penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMK sendiri baru berjalan dua hari, dan akan berakhir besok.

Mantan Kepala SMK 3 Samarinda ini juga mengungkapkan, bahkan sekolah memiliki program mengumpulkan baju seragam bekas alumni sekolah untuk calon murid yang tidak mampu. “Murid-murid kita juga kan banyak dari keluarga tidak mampu hampir 50 persen, jadi kita kasih seragam gratis buat mereka dari alumni,” jelas Sitti.

Dihubungi terpisah, Kepala Koperasi SMK 7, Sri Sumarsih mengungkapkan hal senada. Dia pun memastikan sejak adanya koperasi sekolah tidak pernah memaksa orang tua murid untuk membeli baju seragam.

“Tidak ada sama sekali harus membeli ini itu, orang tua saat datang saya kasih tahu kalau ada kakaknya tetangganya yang alumni SMK 7 silakan tidak membeli,” jelasnya.

Ditanya soal harga baju seragam yang hanya ada di koperasi sekolah, untuk baju ikon jurusan adalah Rp 200 ribu dengan bordir full block belakang, dan celana model hock dengan harga Rp 200 ribu. Sementara untuk batik sekolah adalah Rp 150 ribu, dan satu setel baju olahraga juga Rp 150 ribu. Harga itu dinilai sesuai dengan kualitas kain seragam yang dibayar.

“Kami menyediakan seragam kualitas nomor satu dengan alasan agar tahun depan tidak usah beli seragam lagi, bajunya itu saja selama tiga tahun,” tandasnya.

Untuk diketahui SMK 7 Samarinda memiliki tiga jurusan yaitu Multimedia, Teknik Komputer dan Jaringan, dan Rekayasa Perangkat Lunak. Pada PPDB tahun ajaran 2020/2021 ini menerima sebanyak 256 calon siswa baru dengan delapan rombongan belajar.

Penulis: Fathur
Editor: Awan

smk-7-samarinda seragam-sekolah baju-seragam-sekolah ppdb 

Berita Lainnya