Ragam

Penurunan Stunting Angka Stunting di Kaltim Angka Stunting di Samarinda  TPPS Provinsi Kaltim   BKKBN Kaltim 

Wagub Sebut Kaltim Perlu Strategi Baru dalam Penurunan Stunting



SELASAR.CO, Samarinda - Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, menyatakan bahwa percepatan penurunan stunting di Indonesia memerlukan strategi dan metode baru yang lebih kolaboratif dan berkesinambungan mulai dari hulu hingga hilir.

Hal ini disampaikan pada Pertemuan Tim Satgas Stunting Dengan Pemangku Kebijakan dan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting TPPS Provinsi Kaltim di Hotel Mercure, Kamis (13/4).

Meskipun angka stunting di Kalimantan Timur dari 22,8 persen menjadi 23,9 persen dan naik 1,1 persen berdasarkan survei SSGBI, menurut pendataan langsung LPGM langsung puskesmas hanya 14,1 persen. Hadi menekankan pentingnya membangun gaya hidup sehat dan memberikan perhatian serius pada tiga kelompok sasaran, yakni remaja putri (pra nikah), ibu hamil, dan balita 1.000 hari pertama kehidupan.

"Ini perlu perhatian serius, ini usia kritis kalau gizinya tidak tercukupi. Kesadaran ini tidak banyak, mereka makan sembarangan tidak memperhatikan gizinya saat hamil dan menyusui ini yang berpotensi stunting," ujarnya.

Hadi mengajak seluruh peserta untuk terus berkomitmen dan bekerja keras untuk memerangi stunting demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat seperti Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Sunarto, Kepala Dinsos Kaltim Andi Muhammad Ishak, Kepala Dinas Kesahatan Kaltim dr H Jaya Mualimin, dan Ketua serta Anggota Satgas Stunting Prov. Kaltim.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya