Utama

aksi kamisan kaltim MBG hari gizi nasional kamisan 

Aksi Kamisan Kaltim Soroti Program MBG dalam Peringatan Hari Gizi Nasional



Aksi Kamisan Kalimantan Timur yang digelar pada, Kamis (22/1/2026) di Samarinda. (foto: selasar/Rio)
Aksi Kamisan Kalimantan Timur yang digelar pada, Kamis (22/1/2026) di Samarinda. (foto: selasar/Rio)

SELASAR.CO, Samarinda — Aksi Kamisan Kalimantan Timur kembali digelar di Tepian Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kamis (22/1/2026). Aksi yang memasuki edisi ke-421 ini sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Gizi Nasional dengan mengangkat kritik terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam aksi tersebut, Aksi Kamisan Kaltim melalui Yopin (Koordinator Lapangan) menilai Program MBG yang selama ini diklaim sebagai upaya perbaikan gizi justru berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran negara serta membuka ruang terjadinya berbagai pelanggaran dalam pelaksanaannya.

“Program dengan anggaran besar seharusnya diawasi secara ketat. Tanpa transparansi dan evaluasi menyeluruh, kebijakan seperti MBG berpotensi menimbulkan pemborosan dan pelanggaran,” ujar Yopin.

Melalui orasi yang disampaikan, massa aksi menyoroti besarnya alokasi anggaran MBG yang dinilai tidak diimbangi dengan mekanisme pengawasan yang transparan dan akuntabel. Minimnya audit kinerja dan keterbukaan informasi publik disebut berisiko menjadikan program tersebut sebagai proyek besar yang jauh dari kebutuhan nyata masyarakat.

“Sampai saat ini, sudah sekitar 11.000 anak yang keracunan. Hal ini disebabkan karena dapur MBG tidak dikelola oleh orang yang ahli di bidangnya,” tegas Yopin.

Aksi Kamisan Kaltim juga menilai bahwa pemenuhan gizi anak tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan instan dan sentralistik. Menurut mereka, perbaikan gizi semestinya dibarengi dengan penguatan layanan kesehatan, edukasi gizi, serta pemberdayaan keluarga di tingkat lokal.

Aksi yang berlangsung damai tersebut diisi dengan orasi, testimoni, dan pembacaan puisi sebagai bentuk kritik sosial terhadap kebijakan publik. Sejumlah poster dan karya visual turut ditampilkan untuk menyampaikan pesan penolakan terhadap praktik pemborosan anggaran dan lemahnya akuntabilitas program pemerintah.

Aksi Kamisan Kaltim mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program MBG, membuka akses informasi penggunaan anggaran kepada publik, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.

Penulis: Rio
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya