Ragam

ikatan keluarga toraja kaltim 

Muswil II IKAT Kaltim Anggota PMTI Digelar, Pengurus Pusat Tegaskan Legalitas dan Dorong Harmoni Organisasi



Suasana Musyawarah Wilayah (Muswil) II Ikatan Keluarga Toraja Anggota PMTI. Foto: Selasar/Boy
Suasana Musyawarah Wilayah (Muswil) II Ikatan Keluarga Toraja Anggota PMTI. Foto: Selasar/Boy

 

SELASAR.CO, Samarinda – Musyawarah Wilayah (Muswil) II Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kalimantan Timur anggota Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) resmi digelar sebagai upaya memilih ketua serta menyusun kepengurusan baru tingkat wilayah. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan mandat langsung dari Pengurus Pusat PMTI.

Caretaker Ketua IKAT Wilayah Kaltim anggota PMTI, Cornelius Rantelangi, menjelaskan bahwa Muswil II digelar menyusul terbitnya surat mandat dari Ketua Umum PMTI Pusat tertanggal 3 November 2025. Mandat tersebut dikeluarkan lantaran hasil musyawarah sebelumnya tidak pernah dilaporkan secara resmi kepada pengurus pusat.

“Muswil kedua ini bertujuan memilih ketua serta pengurus yang akan menjalankan roda organisasi PMTI di Kalimantan Timur. Sebelumnya memang sempat ada musyawarah pada Oktober 2025, namun hasilnya tidak pernah disampaikan ke pusat sehingga dianggap tidak sah,” ujarnya.

Ia menambahkan, karena tidak adanya laporan resmi tersebut, pengurus pusat akhirnya menginstruksikan pelaksanaan musyawarah ulang.

“Surat mandat itulah yang menjadi dasar hukum Muswil kali ini. Kami hanya menjalankan amanah organisasi,” tegas Cornelius.

Secara historis, Cornelius menuturkan bahwa IKAT Kaltim merupakan bagian tak terpisahkan dari PMTI sejak awal berdiri. Bahkan, IKAT Kaltim disebut sebagai salah satu penggagas terbentuknya PMTI di tingkat nasional hampir dua dekade lalu.

“Sejak awal IKAT Kalimantan Timur sudah berada dalam struktur PMTI. Bukan organisasi baru. Persoalannya hanya terletak pada administrasi laporan musyawarah sebelumnya,” jelasnya.

Dalam Muswil II ini, agenda utama difokuskan pada pemilihan ketua baru. Mandat pelaksanaan diberikan langsung oleh Ketua Umum PMTI Pusat, Yulius Lumba.

“Untuk saat ini sudah ada satu kandidat yang menyatakan siap maju. Namun masih terbuka kemungkinan muncul calon lain dari peserta musyawarah,” kata Cornelius.

Ia juga menyoroti dinamika organisasi masyarakat Toraja di Kalimantan Timur yang belakangan berkembang dengan beragam wadah. Menurutnya, perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi sumber konflik.

“Masyarakat Toraja di Kaltim tidak boleh terpecah hanya karena perbedaan organisasi. Justru harus saling melengkapi dan berkolaborasi demi pelayanan terbaik bagi warga Toraja,” ujarnya.

Cornelius mengingatkan pentingnya menjunjung nilai kebersamaan dan kearifan lokal di tanah perantauan.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Itu prinsip yang harus kita pegang sebagai masyarakat Toraja yang hidup di Kalimantan Timur,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PMTI Pusat, Aris Tambing, berharap Muswil ini menjadi momentum memperkuat solidaritas diaspora Toraja di daerah.

“Kita ingin keluarga Toraja di perantauan semakin harmonis. Dinamika organisasi itu wajar, bahkan bisa menjadi energi positif selama memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Aris juga mengajak seluruh warga Toraja untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kalimantan Timur.

“Walaupun kita orang Toraja, kita hidup dan berkembang di Kalimantan Timur. Sudah sepatutnya kita ikut memberi sumbangsih nyata bagi daerah ini,” tegasnya.

Melalui Muswil II ini, diharapkan kepengurusan IKAT Kaltim anggota PMTI terbentuk secara sah, solid, dan mampu memperkuat peran organisasi dalam pelayanan sosial serta pembangunan masyarakat Toraja di Benua Etam.

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya