Utama

Takjil gratis gubernur kaltim 

Ribuan Warga Antre Takjil Gratis di Depan Kantor Gubernur Kaltim, Satu Remaja Pingsan



Antrean takjil gratis di depan Kantor Gubernur Kaltim. (Selasar/Hasyim Ilyas)
Antrean takjil gratis di depan Kantor Gubernur Kaltim. (Selasar/Hasyim Ilyas)

SELASAR.CO, Samarinda - Ribuan warga dari berbagai penjuru kelurahan di Kota Samarinda ramai mengantre takjil gratis di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, pada Sabtu (6/3/2026).

Antrean takjil gratis ini sudah memasuki hari ke-10. Dari himpunan informasi, hajat ini dilaksanakan dari tanggal 26 Februari hingga 12 Maret mendatang. Di mana seluruh OPD secara bergantian akan membawa minimal 1.000 takjil untuk dibagi-bagikan setiap hari.

Berarti ada sekitar 15.000 takjil yang dibagi dalam rentang 15 hari. Antrean terbagi dua, ada sisi drive thru untuk pemotor dan sisi antrean pejalan kaki.

Fatimah, warga paruh baya berdomisili di Kelurahan Karang Asam ini mengaku telah mengantre sejak pukul 09.30 WITA. Ibu Fatimah mendapat informasi dari media sosial dan dari tetangganya.

"Selain mengantre takjil, ya seru-seruan saja Mas sama yang lain ini," ungkapnya dengan tubuh bersandar di pagar kantor Gubernur.
Di sisi lain, seorang perempuan remaja harus digotong ke kendaraan tim medis. Ia ditemani ibundanya. Menurut Claudia, Koordinator Tim Medis, remaja tersebut pingsan lantaran menjalankan puasa tetapi tidak sahur.

"Pasien tadi ditemukan pingsan saat antre takjil. Lalu kami berikan pertolongan pertama. Saat diperiksa tensinya memang rendah. Terus tadi kami berikan oksigen. Katanya dia juga puasa tapi tidak sahur," terangnya.

Sekadar informasi, kali ini OPD yang menyumbang takjil yakni Dinas PUPR Kaltim. Abdurrahman selaku sekretaris dinas menyebut pihaknya menyiapkan takjil terhitung pas sebanyak 1.000 bingkisan. Ia menjelaskan, dari dinasnya tidak menganggarkan untuk takjil ini, sehingga pengadaan dilakukan secara gotong royong bersama seluruh pegawainya.

"Di PUPR sendiri itu hampir 800 ASN, makanya kami sendiri itu 1.000 takjil. Ada yang menyumbang 2 paket, ada yang menyumbang 5 paket. Kami PU, tidak ada anggaran dana belanja konsumsi, jadi sumbangan," jelas Abdurrahman.

Penulis: Hasyim Ilyas
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya