Kutai Timur
polres kutim pemusnahan sabu kutai timur 
Hasil Operasi Pekat: Polres Kutim Musnahkan 602 Gram Sabu dan Ratusan Botol Minuman Keras
SELASAR.CO, SANGATTA – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur (Kutim) memusnahkan sejumlah barang bukti hasil tindak kejahatan dari Operasi Pekat Mahakam 2026, pada Kamis (12/3/2026). Langkah ini merupakan komitmen kepolisian dalam memberantas penyakit masyarakat (pekat) sekaligus menjaga kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
Pemusnahan barang bukti yang berlangsung di halaman Mapolres Kutim tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto. Barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan dari rangkaian operasi yang dilakukan sebelum dan selama pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam tahun ini.
Dalam rilisnya, AKBP Fauzan Arianto mengungkapkan bahwa salah satu barang bukti yang paling signifikan adalah narkotika jenis sabu. Total sabu yang dimusnahkan mencapai 602,69 gram, yang jika diakumulasikan memiliki nilai ekonomis sekitar Rp904.335.000.
“Pemusnahan barang bukti ini adalah hasil dari kegiatan operasi yang kita laksanakan sebelum dan selama Operasi Pekat Mahakam 2026. Selain narkoba, kami juga memusnahkan 450 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek,” ujar Fauzan di hadapan awak media.
Berita Terkait
Tak hanya narkoba dan miras, Polres Kutim juga menghancurkan 11 buah knalpot bising. Barang bukti ini didapatkan dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), khususnya melalui patroli malam hari selama bulan Ramadan untuk merespons keluhan masyarakat terkait kebisingan.
“Penertiban knalpot bising ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat, terutama saat warga sedang melaksanakan ibadah salat tarawih maupun istirahat di malam hari,” tambahnya.
Kapolres juga menekankan bahwa Operasi Pekat Mahakam tahun ini membawa beberapa inovasi dalam pola penindakan dan pencegahan yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Fokus utamanya adalah menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah hukum Kutai Timur.
“Ada beberapa inovasi yang kami buat agar hasilnya lebih maksimal. Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan tidak segan melakukan penindakan tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hukum yang mengganggu keamanan masyarakat,” tegas Fauzan.
Penulis: Bonar
Editor: Yoghy Irfan

