Olahraga
basket berita olahraga 
Campus League 2026: Samarinda Masuk Radar Basket Nasional
SELASAR.CO, Samarinda - Samarinda mencetak sejarah sebagai kota pertama di luar Pulau Jawa yang menjadi tuan rumah regional Campus League 2026. Kompetisi basket bergengsi antar-perguruan tinggi ini hadir di Kalimantan Timur untuk menjaring potensi atlet lokal yang selama ini dinilai sangat kompetitif sejak level sekolah menengah.
Kompetisi basket ini berlangsung di Gor Kadrie Oening Samarinda, 9-10 Mei 2026.
Head of Competition and Talent Development Campus League, Dave Leopold, mengungkapkan bahwa pemilihan Samarinda didasarkan pada kualitas pemain basket di Kaltim yang terus menunjukkan grafik meningkat. Meski baru memasuki musim perdana, Samarinda bersanding dengan kota besar lainnya seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.
"Potensi pemain di Kaltim cukup berkembang. Kualitas mereka sudah terbentuk sejak kompetisi SMA. Kami ingin Campus League menjadi wadah pembinaan jangka panjang bagi atlet kampus," ujar Dave, Sabtu (9/5/2026).
Berita Terkait
Meski antusiasme tinggi, Dave tidak menampik bahwa keterbatasan infrastruktur olahraga masih menjadi tantangan klasik di daerah. Selain itu, pada musim debut ini, peserta di Samarinda masih terbatas pada empat tim tangguh: Polnes, Unmul, Poltekba, dan UMKT.
"Banyak yang masih meraba-raba konsep kami karena ini tahun pertama. Namun, kami targetkan musim depan peserta bisa meningkat hingga 12 tim," imbuhnya.
Campus League bukan sekadar turnamen biasa. Dave menegaskan adanya proses talent scouting yang bekerja sama dengan federasi basket nasional. Terbukti, beberapa alumni kompetisi ini sudah menembus seleksi tim nasional.
Kehadiran Campus League disambut hangat oleh para praktisi basket di Bumi Etam. Pelatih Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Sandy Indracahya, menyebut turnamen ini adalah jawaban atas kerinduan mahasiswa akan kompetisi berkualitas pasca-lulus SMA.
"Anak-anak mahasiswa juga masih punya mimpi yang sama seperti saat mereka main di DBL. Mereka ingin terus berkompetisi di level yang lebih tinggi," tegas Sandy.
Nada optimisme juga datang dari lapangan. Muhammad Rizky, penggawa Polnes, mengaku puas dengan jalannya laga perdana melawan UMKT. Meski sempat terkendala fasilitas latihan, ia dan rekan setimnya tetap fokus menatap laga selanjutnya. "Persiapan kami sekarang lebih ke menjaga kondisi fisik dan istirahat cukup untuk menghadapi lawan besok," ujarnya.
Pemenang dari regional Samarinda nantinya akan berangkat ke babak nasional untuk bersaing dengan perwakilan regional lain dalam format setengah kompetisi guna memperebutkan gelar juara nasional.
Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

