Utama

pendaftaran rektor rektor unmul pemilihan rektor unmul unmul 

Abdunnur Serahkan Berkas Pendaftaran Calon Rektor Unmul 2026-2030



Sesi foto bersama Abdunnur dengan para Senat Unmul pendukung dirinya untuk maju dalam pemilihan Rektor Unmul 2026-2030. Foto: Selasar/Boy
Sesi foto bersama Abdunnur dengan para Senat Unmul pendukung dirinya untuk maju dalam pemilihan Rektor Unmul 2026-2030. Foto: Selasar/Boy

SELASAR.CO, Samarinda – Rektor petahana Universitas Mulawarman (Unmul), Prof. Abdunnur, secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Rektor Unmul periode 2026–2030 pada Selasa (12/5). Didampingi tim pemenangannya, Abdunnur membawa misi besar untuk melanjutkan transformasi Unmul menuju kampus bereputasi global.

Usai pendaftaran, Abdunnur menekankan bahwa aspek keberlanjutan program menjadi alasan utama dirinya kembali maju. Ia menilai banyak program strategis yang saat ini sudah berjalan sesuai jalur (on track) dan membutuhkan konsistensi agar hasilnya maksimal.

“Spirit kebersamaan inilah yang menjadi inspirasi bagi saya untuk kembali maju. Insya Allah, dengan melanjutkan apa yang sudah kita bangun, Unmul ke depan bisa menjadi lebih maju, unggul, dan hebat,” ujar Abdunnur di Samarinda.

Salah satu capaian yang menonjol selama masa kepemimpinannya adalah lonjakan kualitas mutu pendidikan. Abdunnur memaparkan bahwa saat ini lebih dari 50 persen program studi (prodi) di Unmul telah meraih akreditasi Unggul dan A.

Tak berhenti di level nasional, ia kini membidik pengakuan internasional sebagai tolok ukur (benchmarking) bagi universitas terbesar di Kalimantan Timur tersebut.

“Tahun lalu ada tujuh prodi yang meraih akreditasi internasional, dan tahun ini bertambah lima lagi. Saat ini 18 prodi sedang menunggu hasil, dan 18 lainnya kita persiapkan untuk tahun depan. Harapan saya, pada 2030 seluruh prodi di Unmul sudah memperoleh pengakuan internasional,” tegasnya.

Langkah Abdunnur menuju periode kedua tampak semakin mantap dengan klaim dukungan yang signifikan. Dari total 94 suara Senat Unmul, ia menyatakan telah mengantongi dukungan dari 81 pihak, baik secara lisan maupun tertulis.

Bagi Abdunnur, dukungan mayoritas ini bukan sekadar angka, melainkan simbol sinergi dan kolaborasi dari seluruh civitas akademika untuk membangun universitas secara kolektif, bukan parsial.

“Membangun kebersamaan jauh lebih sulit dibandingkan membangun program secara sendiri-sendiri. Karena itu, saya ingin Unmul hebat melalui dukungan dan kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.

Pemilihan Rektor (Pilrek) Unmul 2026–2030 ini diharapkan menjadi momentum bagi universitas untuk memperkuat posisinya, tidak hanya sebagai pusat pendidikan di Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga sebagai pemain kunci di tingkat global.

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya