Utama
tim ahli gubernur kaltim mundur mundur tim ahli gubernur tim ahli 
Sudarno Tanggapi Isu Mundurnya Anggota TAGUPP Kaltim: Hanya 5 Orang
SELASAR.CO, Samarinda – Anggota Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim, Sudarno, angkat bicara untuk meluruskan pemberitaan terkait mundurnya sejumlah anggota tim ahli Gubernur Rudy Mas’ud. Sudarno mengklarifikasi bahwa jumlah anggota yang tidak aktif atau mundur tidak sebanyak yang diisukan, dan operasional tim tetap berjalan normal.
Pernyataan ini muncul menyusul pernyataan Ketua TAGUPP, Irianto Lambrie, yang menyebut ada sekitar delapan orang yang mundur.
“Kalau tidak salah ada delapan yang mundur itu dan tidak aktif sampai hari ini, karena sibuk dengan kegiatannya sendiri mungkin,” ucap Irianto pada Selasa, 12 Mei 2026.
Namun, Sudarno merinci bahwa secara faktual hanya ada sekitar lima hingga enam nama yang tercatat mundur maupun tidak aktif sejak awal.
Berita Terkait
“Dari total sekitar 47 orang di TAGUPP, yang saya pahami ada sekitar enam orang yang memang sudah tidak aktif atau menyatakan mundur, bukan dalam jumlah besar yang mengganggu organisasi. Saya tidak tahu Ketua Pak Irianto itu menyebutkan ada delapan,” tegas Sudarno, Selasa (12/5/2026).
Sudarno membeberkan secara detail status para anggota yang dimaksud. Ia membenarkan bahwa Supriansa (Koordinator Informasi Komunikasi Publik) telah resmi bersurat mundur per 3 Maret 2026. Langkah ini diambil secara kesatria oleh Supriansa untuk menjaga stabilitas politik Gubernur.
“Bang Anca (Supriansa) mundur karena tidak ingin menjadi beban isu bagi Pak Gubernur terkait dinamika penolakan orang dari luar Kaltim. Saya sangat menghormati keputusan itu,” jelasnya.
Selain Supriansa, Sudarno menyebut nama Enjang Dana Resi (Koordinator Bidang Optimalisasi Pendapatan dan Keuangan Daerah) yang juga dikabarkan mundur serta Hijrah Mas’ud (Wakil Ketua TAGUPP) yang sudah mendapat instruksi khusus dari Gubernur untuk digantikan.
Sementara nama lain seperti Fajlurrahman Jurdi dan Abdul Wahab Bangkona disebut memang sudah tidak aktif sejak awal periode karena kesibukan masing-masing sebagai akademisi di luar daerah.
Sedangkan untuk nama Irfan Wahid atau lebih dikenal Gus Ipang yang menjabat sebagai Dewan Penasihat sempat dirumorkan mundur, Sudarno membantah hal tersebut. “Gus Ipang masih aktif, bahkan terakhir masih berdiskusi langsung dengan Pak Gubernur. Jadi itu hanya rumor,” tambahnya.
Sudarno menekankan bahwa dinamika keluar-masuknya anggota adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi dan tidak memengaruhi kinerja pendampingan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ia memastikan bahwa fungsi TAGUPP dalam mengawal visi-misi Gubernur Rudy Mas’ud tetap on the track. Sudarno mencontohkan dirinya yang hingga hari ini masih intens berkoordinasi dengan Dispora Kaltim terkait optimalisasi pendapatan daerah.
“Semua normal kok. Kami masih aktif mendampingi OPD-OPD. Jadi tidak ada masalah dengan kinerja tim. Prinsipnya, kami tetap bekerja profesional agar program percepatan pembangunan ini dirasakan manfaatnya oleh rakyat tanpa harus membebani mereka,” pungkasnya.
Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

