Olahraga

berita koni kaltim koni koni kaltim 

Mayoritas Cabor Diklaim Dukung Anderiy Syachrum Maju di Musorprov KONI Kaltim 2026



Anderiy Syachrum atau yang dikenal Haji Andre. Foto: Selasar/Boy
Anderiy Syachrum atau yang dikenal Haji Andre. Foto: Selasar/Boy

SELASAR.CO, Samarinda - Peta dukungan menuju Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur mulai terlihat. Menjelang pemilihan Ketua KONI Kaltim periode 2026–2030 yang dijadwalkan berlangsung 3 Juni 2026, nama Anderiy Syachrum atau yang dikenal Haji Andre disebut telah mengantongi dukungan mayoritas cabang olahraga (cabor).

Sebanyak 55 pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga diklaim telah menyerahkan surat dukungan kepada Anderiy Syachrum dalam agenda silaturahmi yang digelar di Klinik Kopi X Aubry, Samarinda, Senin (18/5/2026) malam. Jumlah itu setara lebih dari 80 persen dari total 65 cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Kaltim.

Anderiy mengaku besarnya dukungan yang diterimanya di luar perkiraan awal timnya. Menurut dia, semula tim hanya menargetkan dukungan minimal untuk memenuhi syarat pencalonan dalam Musorprov.

“Awalnya kami mengira cukup memenuhi syarat saja. Tapi ternyata hampir semua cabor memberikan dukungan. Ini di luar ekspektasi kami,” kata Anderiy kepada awak media.

Sesuai mekanisme organisasi, kandidat Ketua KONI Kaltim harus mengantongi minimal 30 persen dukungan dari pemilik suara untuk dapat maju dalam bursa pemilihan. Selain dukungan dari cabor, sebelumnya 10 KONI kabupaten/kota di Kaltim juga telah lebih dulu menyatakan dukungan kepada Anderiy.

Meski telah mengantongi dukungan mayoritas, Anderiy mengaku belum memaparkan program secara rinci kepada para pengurus cabang olahraga. Komunikasi yang dibangun sejauh ini, kata dia, lebih banyak membahas arah pembinaan olahraga Kaltim ke depan.

Menurutnya, fondasi pembinaan olahraga yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya cukup baik. Tantangan berikutnya adalah memperkuat sistem agar prestasi olahraga Kaltim dapat meningkat di level nasional.

“Kita punya target bagaimana bisa masuk tiga besar nasional. Minimal lima besar, tapi kita upayakan bisa masuk tiga besar,” ujarnya.

Anderiy juga menyoroti persoalan klasik yang masih dihadapi banyak cabang olahraga, yakni keterbatasan anggaran pembinaan atlet. Persoalan tersebut, menurut dia, hampir selalu muncul dalam setiap pertemuan dengan pengurus cabor.

“Kendala terbesar memang biaya pembinaan atlet. Hampir semua cabor menyampaikan hal yang sama,” katanya.

Terkait hal itu, Anderiy mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur mengenai kebutuhan pembiayaan olahraga. Ia menyebut pemerintah daerah memiliki komitmen untuk turut mencari solusi agar pembinaan olahraga di Kaltim dapat berkembang lebih baik.

Sementara itu, Ketua Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kaltim, Agus Suwandi, menilai Anderiy merupakan figur yang memahami kebutuhan cabang olahraga karena dinilai dekat dengan dunia olahraga.

“Beliau praktisi olahraga, punya sarana olahraga sendiri, dan dinilai memahami kebutuhan cabor. Itu yang menjadi salah satu alasan dukungan mengalir,” ujar Agus.

Hal senada disampaikan Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. Ia berharap kepemimpinan KONI ke depan dapat memberi perhatian lebih kepada cabang olahraga berprestasi, sekaligus memastikan tata kelola anggaran hibah dilakukan secara transparan.

“Kalau ada hibah, pengelolaan keuangan harus transparan dan berbanding lurus dengan prestasi cabang olahraga,” tegas Hasanuddin.

Ia juga mengingatkan agar proses pemilihan Ketua KONI Kaltim tidak memunculkan perpecahan di internal olahraga daerah.

“Jangan sampai ada kelompok A dan kelompok B. Semua harus fokus mendukung ketua baru demi prestasi olahraga Kaltim,” tandasnya.

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya