Utama

berita pln pln samarinda pln kalimantan 

Maknai Hari Lahir Pancasila, PLN UIP KLT Pacu Pemerataan Listrik di Tiga Provinsi



Gambar insan PLN UIP KLT melakukan koordinasi lapangan pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Foto: Ist
Gambar insan PLN UIP KLT melakukan koordinasi lapangan pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Foto: Ist

SELASAR.CO, Samarinda - Momentum Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 dimanfaatkan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur ketenagalistrikan. PLN menargetkan percepatan proyek pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, hingga gardu induk di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan sebagai wujud nyata implementasi keadilan sosial.

Upaya mengejar pemerataan pasokan ini dinilai sebagai langkah konkrit untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat di daerah, termasuk wilayah pelosok, bisa menikmati kualitas energi yang setara.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyatakan bahwa esensi nilai Pancasila seperti gotong royong dan keadilan sosial harus dibuktikan melalui hasil kerja yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat, bukan sekadar diperingati secara seremonial.

“Pancasila mengajarkan kita untuk bersatu, saling menguatkan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Nilai itulah yang kami bawa dalam setiap proses pembangunan kelistrikan. Menghadirkan listrik yang andal adalah bagian dari pengabdian kepada rakyat dan negeri,” ujar Basuki, Senin (1/6/2026).

Basuki menambahkan, rantai proses proyek kelistrikan di pedalaman Kalimantan sangat kompleks dan penuh tantangan, mulai dari fase prakonstruksi, pembebasan lahan, hingga konstruksi fisik. Oleh sebab itu, semangat kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kendala di lapangan bisa diselesaikan tanpa konflik.

“Dari prakonstruksi, konstruksi hingga operasi tidak dapat berjalan baik tanpa koordinasi dan komunikasi lintas pihak. Karena itu, setiap pekerjaan tidak hanya kami ukur dari selesainya proyek, tetapi dari seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Pasokan listrik yang stabil dari proyek interkoneksi ini nantinya diandalkan untuk membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru, menopang fasilitas pendidikan, kesehatan, serta mendukung hilirisasi industri di tiga provinsi tersebut.

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya